Dampak Erupsi Gunung Sinabung, 615 Warga Mengungsi 72 Penerbangan Dibatalkan

3 Min Read
Volcano erupting with a tall gray plume rising over a village, foreground shows houses with red roofs and power lines.
Erupsi Gunung Sinabung di Sumatra Utara. (Foto: Instagram)

Mabur.co – Sebanyak 615 warga Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, terpaksa diungsikan usai adanya peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, seluruh warga yang diungsikan terdiri atas sekitar 211 keluarga. Mereka kini menempati Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Dilansir rilis resmi BNPB, Rabu (2/9/2026), Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, mengatakan, pengungsian warga ini dilakukan untuk menghindari potensi bahaya erupsi susulan yang terjadi.

“Erupsi kemarin merupakan erupsi awal dan masih terdapat kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas,” kata Berton.

Erupsi Senin Siang

Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung sendiri terjadi setelah adanya erupsi pada Senin sekitar pukul 12.00 WIB.

Erupsi menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih terus meningkat.

Kondisi tersebut membuat status Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Selain Kuta Tengah, wilayah terdampak yang juga menjadi perhatian BNPB antara lain meliputi Desa Ndokum Siroga di Kecamatan Simpang Empat dan Desa Payung di Kecamatan Payung.

Wilayah ini masuk zona berbahaya sehingga BPBD Kabupaten Karo pun meminta warga untuk meninggalkan lokasi dan menuju tempat yang lebih aman. 

Warga Bertahan di Rumah Masing-masing

Meski begitu hingga saat ini Warga Desa Payung memilih untuk bertahan di rumah masing-masing dengan tetap bersiaga. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memantau kondisi masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.

Selain telah membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak, BNPB juga terus mengingatkan masyarakat dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi. 

Aktivitas juga dilarang dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Warga yang tinggal di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi lahar, terutama ketika hujan turun.

Selain mengancam permukiman warga, Erupsi Gunung Sinabung juga berdampak pada operasional penerbangan. 

Dilansir Kompas, hingga Selasa (1/9) sore, sebanyak 55 penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik.

Selain pembatalan, enam penerbangan juga mengalami perubahan jadwal atau retime dan 11 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan.

Dengan demikian, total ada sebanyak 72 penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu mengalami gangguan akibat dampak erupsi Gunung Sinabung.

BNPB sendiri mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mematuhi zona bahaya serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan instansi yang berwenang.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar