Menu Horor MBG Sebabkan 431 Santri Sidoarjo Keracunan Massal

3 Min Read
Person holds a metal cafeteria tray with four compartments: mixed vegetables, white rice, shredded chicken with sesame seeds, and a peeled orange; plus a milk carton on the tray.
Ilustrasi MBG. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah ratusan santri mengalami gejala keracunan.

Sebanyak 431 santri dilaporkan terdampak setelah menyantap makanan MBG pada Selasa (1/9/2026). Mereka mengalami sejumlah keluhan dan sebagian harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Salah seorang santriwati berinisial SZ (15) mengatakan dirinya menyantap MBG sekitar pukul 13.00 WIB.

Menu yang diterimanya terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis dan baby corn, serta buah apel.

Namun, SZ mengaku ada sesuatu yang berbeda dari makanan tersebut, terutama pada sayuran.

“Sayur enggak habis, yang kecut dari sayurnya,” kata SZ saat ditemui di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo sebagaimana dilansir CNN.

Rasa Sayur Asam

Menurut SZ, rasa sayur tersebut terasa asam. Beberapa jam setelah makan, ia mulai merasakan mual, lemas dan pusing.

Kesaksian serupa datang dari santri lainnya. Hasan mengatakan makanan MBG dikonsumsi sekitar pukul 13.00 WIB oleh santri putra dan putri. Menu yang disajikan antara lain telur, telur dadar, serta kuah atau sayur.

Keluhan mulai terlihat beberapa jam kemudian. Setelah waktu Asar, sejumlah santri mulai bolak-balik ke kamar mandi karena mengalami sakit perut.

“Tadi pas habis Asar ada yang bolak-balik kamar mandi. Saya tanya kenapa, katanya perut sakit,” ujar Hasan dilansir Suara.com.

Kondisi kemudian semakin ramai. Santri yang mengalami keluhan dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Abdul Wahid Harun, mengatakan terdapat sekitar 1.000 santri di pondok tersebut. Seluruh makanan MBG yang dikonsumsi santri dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Ia menegaskan pengelolaan SPPG bukan berada di bawah pesantren. Pihak pesantren hanya menerima makanan sebagai penerima manfaat program MBG.

Tidak Ada Korban Meninggal

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Emil mengatakan, kasus ini tidak hanya berdampak pada Ponpes Manbaul Hikam. Pasalnya total terdapat 19 lembaga pendidikan di wilayah Tanggulangin yang disebut terdampak, mulai dari pesantren hingga SMA, SMP, SD dan TK.

Badan Gizi Nasional (BGN) kemudian menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah yang memasok makanan tersebut.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan SPPG tersebut setiap hari memasok sekitar 2.800 porsi makanan, termasuk sekitar 1.000 porsi untuk santri Ponpes Manbaul Hikam.

Untuk memastikan penyebabnya, sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar