Fenomena Astronomi yang Memukau di Bulan September 2026, Ada Hujan Meteor hingga Bulan Berlian

3 Min Read
Star-filled night sky over a lit town on rolling hills, with a blue-trim cluster of stars near the top center.
Gugusan Bintang Pleiades (Foto: wired.com)

Mabur.co – Langit September 2026 akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi menarik untuk diamati.

Beberapa di antaranya bahkan bisa diamati secara langsung dengan mata telanjang, selama cuaca cerah dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya.

Sementara fenomena lainnya bisa diamati dengan bantuan teleskop. 

Sejumlah fenomena langit itu antara lain hujan meteor, Bulan yang berdekatan dengan planet, hingga Bulan Purnama Harvest Moon.

Salah satu yang menarik terjadi ketika Bulan tampak berdekatan dengan gugusan bintang Pleiades atau yang dikenal sebagai Tujuh Saudari. 

Jarak keduanya membuat bulan akan terlihat seperti ditemani titik-titik cahaya menyerupai berlian.

Lalu apa sajakah fenomena menarik yang bisa diamati itu? Berikut sejumlah fenomena langit yang bisa menjadi perhatian sepanjang September dilansir Wired.com, Rabu (2/9/2026).

1. Hujan Meteor Aurigid – 1 September

Hujan meteor Aurigid aktif hingga 5 September dan mencapai puncaknya sekitar 1 September. Dari Indonesia, fenomena ini lebih memungkinkan diamati menjelang fajar di lokasi yang minim polusi cahaya.

2. Venus dan Spica – 1-2 September

Venus akan tampak berdekatan dengan Spica, bintang paling terang di rasi Virgo. Venus akan terlihat jauh lebih terang sehingga keduanya relatif mudah dibedakan.

3. Bulan dan Pleiades – 3 September

Bulan akan tampak sangat dekat dengan gugusan bintang Pleiades atau Tujuh Saudari. Jarak keduanya sekitar 1,1 derajat.

Pemandangan ini membuat gugusan Pleiades terlihat seperti titik-titik cahaya yang menemani Bulan. Fenomena serupa kembali terjadi pada 30 September.

4. Bulan dan Mars – 6 September

Bulan akan tampak berdekatan dengan Mars di arah rasi Gemini. Fenomena konjungsi ini dapat diamati dari Bumi ketika kedua benda langit terlihat berada dalam arah yang berdekatan.

5. Ekuinoks September – 23 September

Ekuinoks terjadi ketika Matahari berada tepat di atas khatulistiwa Bumi. Peristiwa ini membuat durasi siang dan malam relatif seimbang di banyak wilayah.

6. Venus Mencapai Kecemerlangan Maksimum – 22 September

Venus diperkirakan mencapai kecemerlangan sekitar magnitudo -4,8. Planet ini dapat dicari di langit barat setelah Matahari terbenam.

7. Neptunus Beroposisi – 26 September

Neptunus mencapai oposisi pada 26 September. Posisi ini menjadi salah satu kesempatan terbaik pada 2026 untuk mengamati planet tersebut.

Namun, Neptunus terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang sehingga membutuhkan teleskop.

8. Harvest Moon – 26 September

Bulan Purnama Harvest Moon akan menghiasi langit pada 26 September.

Nama Harvest Moon berasal dari tradisi masyarakat di belahan Bumi utara. Pada periode sekitar ekuinoks, Bulan terbit dengan selisih waktu yang lebih pendek dari biasanya sehingga memberikan tambahan cahaya pada malam hari dan membantu aktivitas panen.

Selain fenomena tersebut, September juga menjadi periode ketika aktivitas aurora dapat meningkat akibat pengaruh kondisi medan magnet Bumi dan angin Matahari.

Bagi masyarakat Indonesia, fenomena yang paling mudah dinikmati adalah kemunculan Venus, kedekatan Bulan dengan Pleiades dan Mars, serta Bulan Purnama. Pengamatan akan lebih optimal dari lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar