Waspadai Bencana Alam, Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter

4 Min Read
Volcano erupting with a tall smoke plume over a forested hillside; logo and watermark from Indonesian Geology Agency in the top-left corner.
Erupsi Gunung Sinabung Sumatera Utara (foto : Badan Geologi Kementerian ESDM)

Mabur.co – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kolom abu vulkanik teramati mencapai hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Peningkatan aktivitas vulkanik tersebut membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II atau Waspada, dinaikkan menjadi Level III atau Siaga.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Sinabung Armen Putra di Karo, mengatakan, erupsi terjadi sekitar pukul 10.17 WIB, sedangkan hingga pukul 11.14 WIB aktivitas abu keluar dari sekitar puncak masih teramati.

“Erupsi berupa abu mengarah ke timur dan tenggara. Sampai saat ini masih kami pantau, dan pada pukul 11.14 WIB masih terlihat abu keluar di sekitar puncak Gunungapi Sinabung,” ujarnya dilansir Antara. 

Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur hingga tenggara yang mengarah ke wilayah Kota Berastagi.

Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan durasi sementara sekitar satu jam satu menit 48 detik. Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Sementara itu dilansir situs resmi BNPB, guna mengantisipasi dampak akibat paparan abu, BPBD Kabupaten Karo dan Berastagi bersama sejumlah instansi terkait mulai membagikan masker kepada masyarakat di wilayah yang terdampak.

Tingkatkan Kewaspadaan

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang berada di kawasan yang berpotensi terkena sebaran abu vulkanik.

Tak hanya itu, BPBD Kabupaten Karo juga telah mengimbau masyarakat yang masih berada di zona bahaya untuk meninggalkan kawasan tersebut dan menuju tempat yang lebih aman.

Imbauan itu dikeluarkan karena erupsi yang terjadi saat ini dinilai masih merupakan erupsi awal. PVMBG menyatakan masih ada kemungkinan aktivitas Gunung Sinabung berkembang menjadi erupsi yang lebih besar.

Sementara itu, data mengenai korban jiwa maupun kerugian material akibat erupsi masih dihimpun. Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gunung Sinabung. 

Hingga saat ini BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memantau situasi dan menangani dampak erupsi.

BNPB meminta masyarakat maupun wisatawan tidak memasuki desa-desa yang telah direlokasi. Aktivitas juga dilarang dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Selain ancaman erupsi dan abu vulkanik, warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar dingin.

Masyarakat yang terdampak abu vulkanik disarankan menggunakan masker atau pelindung pernapasan. Warga juga diminta tetap tenang dan mengikuti informasi serta arahan dari pemerintah daerah dan instansi yang berwenang.

Erupsi gunung Sinabung ini menambah daftar jumlah gunung aktif di Indonesia yang mengalami peningkatan aktivitas sejak beberapa hari terakhir. 

Pada Jumat (28/8/2026) kemarin 3 gunung api yakni Gunung Merapi Jawa Tengah, Gunung Lewotobi Laki-laki NTT, dan Gunung Semeru Jaw Timur juga tercatat sama-sama menunjukkan aktivitas erupsi.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar