Raih Swasembada Pangan, Indonesia Perkuat Daya Saing Koperasi Pertanian di ASEAN

3 Min Read
Officials in batik and uniform stand on a stage with a gong centerpiece during an ASEAN cooperative meeting, flags beside them and a blue banner in the background.
Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, memukul gong dalam pembukaan Sidang The ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) ke-32 dan The ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC) ke-27 yang berlangsung di Santika Premiere Hotel Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co –  Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang The ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) ke-32 dan The ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC) ke-27 yang berlangsung di Santika Premiere Hotel Yogyakarta, Senin (12/10/2026). 

Dalam sidang ini dihadiri delegasi negara-negara anggota ASEAN di antaranya Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste.

Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah mengatakan, kegiatan ini dapat mendorong terwujudnya koperasi pertanian yang inklusif, produktif, inovatif, dan berdaya saing di kawasan Asia Tenggara. 

Perkuat Kolaborasi

“Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan dan memperkuat kolaborasi antar-negara ASEAN dalam mengembangkan koperasi pertanian, khususnya untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan,” ungkapnya.

Woman in a hijab and glasses in the foreground, flanked by men in batik shirts at an indoor event.
Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Farida menuturkan, perubahan iklim yang semakin tidak menentu menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian. Dampaknya terhadap produktivitas dan ketersediaan pangan menuntut koperasi untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ekosistem pangan di masing-masing negara.

“Tema yang diangkat adalah koperasi pertanian sebagai garda terdepan untuk swasembada pangan, khususnya di Indonesia dan ASEAN. Perubahan iklim yang semakin tidak menentu tentu sangat berpengaruh terhadap ketersediaan pangan kita,” jelasnya.

Swasembada Pangan

Farida Farichah  menuturkan, komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan perlu didukung melalui peran aktif koperasi.

“Karena itu, pertemuan rutin para penggerak koperasi negara-negara ASEAN kali ini berfokus pada upaya mendorong koperasi pertanian menjadi pemain utama dalam mewujudkan kemandirian pangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X mengungkapkan, Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah forum tersebut merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi DIY.

“Saya menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat kemandirian masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan anggota. Sidang ACEDAC ke-32 dan ASWGAC ke-27 merupakan forum strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan koperasi pertanian melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik,” ujarnya.

Paku Alam X menjelaskan, forum ini juga menjadi kesempatan bagi negara-negara ASEAN untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat kemitraan, serta mendorong daya saing produk koperasi di pasar Asia Tenggara.

“Perbedaan karakteristik, potensi, tantangan, dan pengalaman setiap negara dalam mengembangkan koperasi pertanian justru menjadi kekuatan untuk saling belajar dan menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan koperasi pertanian ASEAN yang semakin maju, tangguh, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar