Mabur.co – Menyambut HUT RI ke-81, ribuan tangan dari prajurit TNI, anggota Polri, hingga warga sipil bahu-membahu menopang kain pusaka Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter. Membentang membelah keramaian jantung Kota Yogyakarta dalam gelaran “Jogja Merah Putih” yang digelar Sabtu (15/8/2026), dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol.
Komandan Korem 072 Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, mengatakan kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi seluruh komponen bangsa di Yogyakarta.
“Kami ingin menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI,” katanya.
Momentum Komitmen Menjaga Persatuan
Yuniar mengatakan, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen menjaga persatuan. Menghadapi berbagai tantangan zaman saat ini secara bersama.
“Kehadiran masyarakat sangat penting. Semakin banyak warga terlibat, semakin kuat pesan kebersamaan yang ingin kami sampaikan,” ujarnya.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan, nilai utama dari aksi ini justru terletak pada selembar kain yang tidak terputus, yang menjadi simbol utuh persatuan bangsa.
“Tapi yang penting 481 (meter) itu tidak dijahit, utuh lho. Bukan potong-potongan yang disambung,” tegasnya.
Sri Sultan melihat momentum ini sebagai ruang penanaman nilai filosofis di tengah ruang publik, terutama karena diselenggarakan pada akhir pekan di kawasan wisata yang dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
“Saya kira peristiwa seperti ini sangat bagus karena jarang dan belum tentu setahun sekali,” katanya.
Wisatawan Prancis Takjub
Sementara itu, wisatawan asal Prancis, Melissa, sangat takjub dengan dedikasi komunal yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia dalam menghargai kemerdekaannya.
“Saya sangat senang berada di sini dan saya merasa sangat baik serta sangat bersyukur bisa hadir di sini. Sungguh luar biasa melihat masyarakat Indonesia dan orang-orang begitu berbakti kepada negaranya dan Hari Kemerdekaan adalah hari yang benar-benar penting,” katanya.

Melissa menilai bahwa gelaran “Jogja Merah Putih” berhasil menyampaikan pesan persatuan secara universal, melampaui batas bahasa, dan sukses menjadi atraksi budaya yang masif.
“Semua orang bersatu di sini untuk merayakan hari yang sangat penting,” katanya. ***
