Sensus Ekonomi 2026, Petugas Datangi ‘Door to Door’

3 Min Read
Census officers in dark vests marked PETUGAS SENSUS approach a doorway while a man in a blue shirt wearing a face mask watches nearby.
Di tengah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan tujuan dari pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). (Ilustrasi Foto: Istimewa)

Mabur.co– Di tengah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan tujuan dari pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Sebagian bertanya apakah setelah didata akan memperoleh bantuan, sementara yang lain mempertanyakan kaitan sensus dengan pajak atau manfaat langsung yang dapat dirasakan dari proses pendataan tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan hal yang wajar. Semakin sering masyarakat diminta memberikan informasi, semakin besar pula harapan agar tujuan dan manfaat pendataan dapat dijelaskan secara terbuka, sederhana, dan mudah dipahami.

Sensus Memotret Kegiatan Ekonomi

Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, menyampaikan sensus ekonomi  untuk memotret semua kegiatan ekonomi di Indonesia.

Kegiatan ekonomi dibagi usaha besar, menengah, UMKM dan usaha keluarga. Untuk sensus ekonomi pada usaha besar sudah dilakukan pendataan melalui email sejak 1 Mei 2026.

Sedangkan untuk yang usaha UMKM, usaha rumah tangga keluarga dilakukan door to door dimulai 15 Juni- 31 Agustus 2026.

“Target kita ini jadi selain prelist  usaha, itu adalah keluarga. Jadi semua bangunan kita datangi door to door. Di rumah itu kita data apakah ada kegiatan ekonomi. Kita juga menanyakan kondisi ekonomi keluarga, pendidikan dari anggota keluarga seperti apa. Jadi kita juga melakukan update dari data ekonomi keluarga. Jadi kita bisa tahu bukan hanya kegiatan ekonomi, tapi kondisi masyarakat seperti apa,” terangnya, Selasa (30/6/2026).

Portrait of a man wearing a white shirt, glasses, and a dark cap, seated at an outdoor cafe with red chairs and green trees in the background.
Kepala BPS Kota Yogyakarta Joko Prayitno. (Foto: Setiaky.A.Kusuma)

Ketua tim humas sekaligus instruktur SE 2026, Candra Dwi Nugraha mengatakan, respons masyarakat bagus, menyambut Sensus Ekonomi 2026 dengan baik.

Hal ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, asosiasi, dan literasi statistik yang baik dari masyarakat Yogyakarta.

“Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pendataan, BPS telah meminta dukungan dari pemerintah daerah. Baik berupa surat edaran resmi maupun video dukungan. Sudah disebarkan di media sosial maupun media luar ruangan yang ada di wilayah Kota Yogyakarta seperti baliho, spanduk, videotron, sampai radio,” katanya.

Candra mengatakan, selain itu juga dalam pelaksanaan, petugas BPS berkoordinasi dengan kalurahan dan pengurus RW serta RT untuk memberikan pengumuman di grup whatsapp RT setempat.

“Untuk jawaban responden, petugas telah dilatih untuk melakukan wawancara sesuai dengan SOP dan konsep definisi yang seragam. Serta dibekali teknik probing (penggalian informasi) agar jawaban dari responden dapat seakurat mungkin sesuai dengan kondisi realita yang ada,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar