Mabur.co – Sejumlah fenomena aneh terus terjadi di Israel selama beberapa minggu terakhir. Jika sebelumnya muncul ribuan kawanan gagak, kini giliran jutaan tawon atau lebah menyerang.
Dilaporkan sejumlah media asing, serangan jutaan tawon atau lebah itu diketahui terjadi di kota Netivot wilayah selatan Israel, pada Rabu (15/4/2026) kemarin.
Lebah-lebah itu dilaporkan memenuhi langit kota, jalan-jalan dan kompleks perbelanjaan, hingga rumah-rumah warga. Suasana kota pun langsung berubah mencekam.
Sejumlah video yang beredar memperlihatkan gerombolan tawon dengan ukuran besar hinggap di kendaraan-kendaraan dan gedung-gedung, menciptakan pemandangan yang mengerikan.
Menanggapi situasi darurat ini, otoritas pemerintah kota Netivot langsung mengeluarkan peringatan resmi dan meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah sementara waktu.
Otoritas setempat juga menekankan agar warga tidak mendekati kerumunan lebah tersebut dalam keadaan apa pun.
“Jangan mencoba menangani atau mendekati area yang terdampak. Kami sedang bekerja untuk mengelola situasi ini agar kembali kondusif,” tulis pernyataan resmi dari pemerintah kota setempat.
Tak hanya di pusat kota, laporan menyebutkan sekumpulan lebah juga muncul di berbagai bagian kota, hingga mengganggu aktivitas militer.
Dimana kawanan lebah nampak menghalangi sebuah pesawat untuk lepas landas dari bandara setelah serangga-serangga tersebut menyelimuti bagian mesin.
Melihat fenomena aneh ini, netizen pun langsung mengaitkannya dengan kisah dalam Alkitab.
“Saat ini, Israel sedang mengalami wabah lebah. Apakah ini sesuai dengan Alkitab?” ujar salah satu netizen, dikutip The Daily Star, Jumat (17/4/2026).
Sejumlah pengguna media sosial bahkan mengutip ayat Perjanjian Lama dari Kitab Yesaya 7:18 untuk menggambarkan kejadian tersebut.
“Dan akan terjadi pada hari itu, bahwa Tuhan akan mendesis karena lalat yang ada di ujung sungai-sungai Mesir, dan karena lebah yang ada di tanah Asyur,” demikian kutipan mereka.
Ayat itu menggambarkan Tuhan memanggil kekuatan asing untuk menyerang Israel dan menjatuhkan hukuman kepada Yehuda, salah satu keturunan Yakub.
Di sisi lain para ahli dan peternak lebah menjelaskan bahwa kemunculan kawanan lebah dalam jumlah masif ini sebenarnya bukan hal yang aneh saat memasuki musim semi yang lebih hangat.
Suhu udara yang meningkat dinilai akan merangsang aktivitas lebah dan mempercepat proses mekar bunga, yang memicu koloni lebah untuk mulai bergerak secara massal.
Fenomena ini dikenal sebagai “swarming“, di mana satu koloni bisa berisi puluhan ribu lebah madu yang bergerak bersama-sama untuk mencari lokasi sarang baru.
Para pakar menjelaskan bahwa meskipun tampilannya sangat menakutkan, lebah yang sedang dalam fase swarming sebenarnya cenderung tidak terlalu berbahaya dibandingkan saat mereka berada di sarang tetap.
Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki sarang atau persediaan madu yang perlu dipertahankan secara agresif. ***



