25 Quote Tan Malaka Paling Terkenal yang Kerap Dikutip Generasi Muda

4 Min Read
Red poster with a black silhouette portrait of Tan Malaka and his name in bold at the bottom right.
Ilustrasi. Tan Malaka (Foto: Ideas)

Mabur.co – Siapa tak kenal nama Tan Malaka? Pahlawan Nasional sekaligus tokoh revolusioner Indonesia ini begitu dikagumi generasi muda saat ini karena sosoknya yang kerap dianggap sebagai simbol keberanian, perlawanan, dan intelektualitas. 

Bahkan tidak sedikit yang menyamakan Tan Malaka dengan tokoh revolusioner dunia seperti Che Guevara. Keduanya dikenal sebagai tokoh pejuang  dengan gagasan besar yang tak pernah berhenti menyuarakan suara rakyatnya.

Di media sosial, kutipan-kutipan Tan Malaka tentang pendidikan, perjuangan rakyat, hingga kebebasan berpikir, kerap berseliweran, dan terus dibagikan sehingga menjadi inspirasi generasi muda hingga saat ini. 

Lalu apa saja kutipan Tan Malaka itu sehingga begitu dikagumi anak-anak muda?

Berikut 25 di antaranya, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber. 

“Dari terbentur, terbentur, terbentur, kemudian terbentuk.”

“Idealisme menjadi kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh seorang pemuda.”

“Berpikir besar terlebih dahulu, kemudian mulai bertindak.”

“Seberapa cepat kebohongan itu, tapi kebenaran akan terus mengejarnya.”

“Tuan rumah tak akan berunding dengan maling yang mengarah rumahnya.”

“Agama digunakan untuk menghibur orang miskin agar tidak memberantas, sementara kekayaan hanya bisa dinikmati segelintir orang.”

“Pendidikan bertujuan untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan.”

“Belajarlah dari Barat tapi jangan jadi peniru Barat, melainkan jadilah murid dari Timur yang cerdas.”

“Kebiasaan menghafal itu tidak akan menambah kecerdasan, justru menjadikan kita bodoh, mekanis, seperti halnya mesin.”

“Jika sistem itu tak bisa diperiksa kebenarannya tidak bisa dikritik, maka akan mati juga ilmu pasti itu.”

“Para ahli filsafat sudah memberi bermacam-macam pemandangan tentang dunia ini. Yang perlu lagi adalah mengubah dunia ini.”

“Tidak, tak ada sesuatu program revolusioner yang berarti, jika tak ada pergerakan revolusioner.”

“Revolusi adalah yang disebabkan oleh pergaulan hidup, satu hakikat tertentu dari perbuatan-perbuatan masyarakat.”

“Yang tajam balik bertimbal, kalau tak ujung pangkal mengena.”

“Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi.”

“Lebih baik mati sebagai manusia berpikir daripada hidup sebagai budak yang patuh.”

“Air berkumpul dengan air, minyak berkumpul dengan minyak. Setiap orang berkumpul dengan watak dan jenisnya tersendiri.”

“Kelahiran suatu pikiran sering menyamai kelahiran seorang anak. Ia didahului dengan penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannya.”

“Manusia mengeluarkan tenaga yang sama untuk mendapatkan hasil yang sama juga.”

“Lapar bukan berarti kenyang untuk si miskin. Si lapar yang kurus kering tak akan bisa kita kenyangkan dengan kata kenyang saja, meskipun kita ulangi 1001 kali.”

“Benda itu merupakan satu rantai, satu karma yang merantai hidup kita, hidup yang sengsara ini.”

“Pada pukulan terakhir yang menentukan, kita hanya bisa mendapat kemenangan, jika kita juga mengambil inisiatif bertahan.”

“Sepanjang toko buku masih ada, selama itu juga pustaka dapat dibentuk kembali. Kalau perlu dan memang perlu, pakaian dan makanan bisa dikurangi.”

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan.”

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment