Mabur.co- Hari pertama masuk sekolah adalah awal tahun ajaran baru. Pada momen ini, siswa biasanya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diisi dengan apel pagi, perkenalan guru dan teman, serta orientasi kelas.
Bagi orang tua, hari pertama sekolah juga sering diwarnai dengan kegiatan mengantar anak, seperti Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMAS), untuk membangun rasa aman dan percaya diri anak.
Di beberapa daerah, kegiatan ini bahkan didukung dengan kebijakan dispensasi waktu masuk kerja atau WFH bagi ASN.
Beri Dorongan Moral
Seorang wali murid SDN Bantul Timur, Niken, melakukan persiapan khusus dengan memberikan dorongan moral demi meningkatkan rasa percaya diri buah hatinya sebelum mulai bersekolah.
Langkah penumbuhan mental tersebut ia berikan lantaran sang anak masih memperlihatkan sikap canggung dan pemalu di lingkungan baru.
“Jadi saya cuma (bilang) ‘kakak itu dulu di SD tidak ada teman TK-nya. Tapi udah langsung mau masuk sendiri tanpa ditemenin bunda’. Maksudnya buat dia bayangin, besok itu kamu sama itu berteman, kenalan, bisa jadi temannya semua. Cuma gitu aja sih yang diobrolin,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Khamim Zarkasih Putro, mengatakan, mendampingi anak agar tetap nyaman dan bahagia memasuki hari pertama sekolah cukup penting.
“Kuncinya anak merasa aman, orang tua tenang, kalau orang tua panik, anak-anak lebih panik,” ucapnya Senin (13/7/2026).
Khamim mengatakan, ada beberapa cara mendampingi biar anak tetap nyaman dan berbahagia, yakni sebelum hari H bangun rasa aman, sebagai orang tua menceritakan sekolah dengan positif.
Misalnya, “Besok kamu ketemu teman baru, main perosotan, belajar gambar, loh”. Hindari kalimat, “Nanti kalau nakal dimarahi bu guru, ya”. “
Jangkar Aman
Khamim menuturkan, pada hari pertama, jadikan jangkar aman, dengan cara di hari pertama
datang lebih awal. Tarik napas dulu sebelum masuk gerbang.
“Ritual perpisahan singkat dengan cara peluk, kecup. Lalu pergi, selebihnya tetap percaya sama guru,” ucapnya.
Khamim mengatakan, ada beberapa tips tambahan dari sisi psikologi anak. Kalau anak usia TK-SD biasanya nangis hari 1-3 itu normal. Itu namanya separation anxiety. Biasanya hari ke-4 sampai seminggu sudah jauh lebih baik.
”Yang paling penting konsisten. Kalau hari 1 ditemani, hari 2 ditinggal, hari 3 ditemani lagi. Anak jadi bingung. Ayah wajib hadir, bagus juga Ayah yang ngantar anak ke sekolah/madrasah,” katanya. ***

