Gerakan Ayah Antar Sekolah, Perkuat Hubungan Emosional dengan Anak

3 Min Read
Man and woman with a young girl in yellow uniforms posing in front of a colorful school welcome banner reading 'Selamat Datang Siswa MPLS 2026'
Martin Hari Saputra bersama istri mengantar anaknya di hari pertama masuk sekolah. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Suara lonceng sekolah kembali menggema di Kota Yogyakarta, Senin (13/7/2026). Di balik pagar-pagar sekolah, ada banyak siswa yang tampak berbaur antara rasa penasaran, gugup, dan bahagia. Dengan tas yang hampir sebesar tubuh mereka, satu per satu anak melangkah memasuki gerbang sekolah, menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Namun pagi itu, bukan hanya anak-anak yang menjalani pengalaman baru. Banyak ayah turut hadir, menggenggam tangan putra-putrinya menuju ruang kelas.

Momen sederhana yang selama ini kerap diwakilkan ibu, kini menjadi pengalaman berharga yang sengaja dihadirkan melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah.

Martin Hari Saputra, salah satu ayah yang mengantar anak pertamanya di TK ABA Karangkajen, Kota Yogyakarta, menceritakan perjalanan pendidikan. Sebagai pekerja lepas, ia memiliki waktu yang lebih fleksibel. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk menemani sang buah hati di hari pertama sekolah.

“Karena pekerjaan saya freelance, waktunya memang lebih banyak di rumah. Jadi ini kegiatan yang menyenangkan, bisa keluar rumah sekaligus mengantar anak,” ujarnya. 

Martin mengatakan, awalnya mengira mengantar anak di hari pertama sekolah hanyalah kebiasaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun setelah mengetahui adanya ajakan khusus agar ayah turut mengantar anak,  justru melihat makna yang lebih dalam.

“Buat bonding dengan anak itu sebenarnya bagus, bagus sekali. Apalagi ini anak pertama. Saya ingin tahu perkembangan dia seperti apa. Yang penting saya ingin memberi memori yang baik buat dia,” katanya.

Inisiatif Nasional

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, mengatakan, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah merupakan inisiatif nasional yang bertujuan mendorong para ayah meluangkan waktu mengantar anak, terutama pada hari pertama masuk sekolah.

“Melalui surat edaran yang diteruskan Pemerintah Kota Yogyakarta bersama DP3AP2KB kepada seluruh satuan pendidikan, gerakan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak. Ini bagian dari momen penting untuk mendekatkan hubungan emosional dan memberikan rasa aman kepada anak saat memasuki lingkungan sekolah yang baru,” ucapnya.

Trimadi menjelaskan, kehadiran ayah akan meningkatkan rasa percaya diri anak sekaligus membuat mereka merasa lebih aman dan nyaman ketika menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kalau ada ayah yang mengantar, anak akan merasa bangga dan lebih percaya diri. Hari pertama sekolah yang biasanya membuat anak cemas menjadi lebih nyaman karena ada figur yang mendampinginya,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar