Mabur.co — Proses pembangunan jalur Kelok 18 penghubung Kabupaten Bantul dan Gunungkidul yang terletak di wilayah selatan Yogyakarta resmi dinyatakan selesai.
Jalur baru yang menghubungkan wilayah Kretek Bantul dan Girijati Gunungkidul ini memiliki panjang 5,64 kilometer dengan lebar sekitar 7 meter serta menelan biaya pembangunan sekitar Rp254,57 miliar.
18 Tikungan
Dibangun di kawasan perbukitan dengan kontur yang cukup curam, jalan ini memiliki sebanyak 18 tikungan yang membuatnya kerap disebut sebagai Kelok 18.
Rampungnya pembangunan jalur ini akan menjadi bagian penting konektivitas kawasan selatan DIY yang membentang dari wilayah Kulon Progo, Bantul dan Gunungkidul sekaligus menjadi bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Disamping akan memudahkan akses masyarakat di sepanjang pantai, Kelok 18 juga akan berpotensi menjadi ikon wisata baru di kawasan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keistimewaan Kelok 18 tidak hanya terletak pada fungsi transportasinya, namun juga keindahan panorama jalurnya yang melewati kawasan perbukitan dengan panorama alam khas pesisir selatan.
Dari jalur ini pengendara akan bisa melihat hamparan Pantai Parangtritis dari atas ketinggian serta kota Bantul sisi selatan dan sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat perjalanan melintasi Kelok 18 akan memberikan pengalaman wisata tersendiri. Sehingga akan mampu menjadi magnet bagi para pelancong dari berbagai daerah.
Guna memaksimalkan potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bahkan telah menyiapkan konsep pengembangan kawasan di sekitar jalur Kelok 18. Salah satunya melalui rencana pembangunan gardu pandang dan rest area.
UMKM Jual Produk Lokal
Fasilitas itu tidak hanya ditujukan bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk menjual produk lokal.
Jika dikembangkan secara konsisten, Kelok 18 bisa memiliki konsep seperti sejumlah jalan pegunungan di daerah lain yang kemudian berkembang menjadi tujuan wisata.
Seperti misalnya terdapat di sejumlah kawasan wisata Dieng Jawa Tengah dan hingga Lembang Jawa Barat. Dengan begitu kehadiran Kelok 18 akan dapat memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Meski pembangunannya telah sepenuhnya rampung, namun saat ini jalur Kelok 18 masih ditutup untuk umum dan belum bisa difungsikan.
Rencananya pengoperasian jalur ini baru diagendakan pada bulan September atau Oktober 2026 sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
