Mabur.co– Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan usai protes yang dilayangkan dari Kepala Sekolah SDN Dukuh 5 Kota Salatiga atas menu Ramadan yang diterimanya.
Kepala sekolah bernama Jumarti itu dengan tegas menolak makanan MBG dan meminta petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan perbaikan.
Dalam video yang salah satunya diunggah oleh akun TikTok @kabarin.aja, Jumarti membeberkan telah berulang kali mendapatkan makanan MBG yang tak layak.
“Ini tolong diambil dan saya tidak mau terima, saya sudah berkali-kali, Mbak,” ucapnya, dikutip dari video tersebut pada Selasa (3/3/2026).
Jumarti mengatakan, makanan yang datang sudah berulang kali dalam kondisi tak layak untuk dimakan.
“Pertama ada ulatnya, ahli gizi bagaimana? Ada sekrupnya, ahli gizi bagaimana? Sekarang ada seperti ini. Ini sudah telak, jelek sekali,” ujarnya dengan lantang.
Jumarti juga menyoroti harga per porsi MBG yang diberikan dengan menguliti setiap menu yang diberikan.
Seperti roti, Jumarti menyebut bahwa harga sebenarnya bisa dibeli Rp750, tetapi oleh pihak SPPG disebutkan seharga Rp3.500.
“Anda bilang ini (roti) berapa? Saya ini pedagang, ini di sana Rp750 karena saya biasa ambil di pabriknya, ini sama. Kalau dijual Rp3.500, berapa keuntungannya?” lanjutnya. ***



