Mabur.co – Umat muslim di Palestina tak bisa melaksanakan salat Ied di Masjid Al Aqsa pada hari Raya Idulfitri yang dilaksanakan Jumat (20/3/2026) hari ini.
Hal itu terjadi setelah Otoritas Israel melarang semua aktivitas termasuk pelaksanaan Salat Idulfitri di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dengan alasan keamanan.
Akibatnya, sejumlah warga Palestina yang beragama Muslim terpaksa berkumpul di Kota Tua untuk melaksanakan salat Idulfitri sedekat mungkin dengan bangunan suci masjid Al Aqsa.
Dilansir Antara, Polisi Israel sendiri diketahui telah menutup Masjid Al Aqsa selama kurang lebih sebulan terakhir pasca-meletusnya perang antara Iran Israel dan Amerika Serikat 28 Februari 2026 lalu.
Blokade terhadap masjid Al-Aqsa yang merupakan tempat ibadah kedua terpenting bagi umat Islam di seluruh dunia itu dilakukan Israel dengan alasan larangan berkumpul karena situasi perang.
Sebelumnya, polisi Israel juga dilaporkan melakukan tindakan represif dengan menggunakan pentungan, granat kejut, dan gas air mata untuk mengusir warga Palestina yang melaksanakan salat di luar tembok Kota Tua, sebagai bentuk protes atas penutupan Al Aqsa selama Ramadan.
Tak hanya itu, Israel juga membatasi akses pedagang Palestina dengan melarang mereka membuka warung atau toko mereka.
Hanya apotek dan toko bahan pokok saja yang diizinkan tetap beroperasi.
Sejumlah pedagang Palestina mengaku khawatir atas tindakan otoritas Israel tersebut dengan mengatakan bahwa pembatasan hanya akan menumbuhkan tekanan ekonomi yang berat bagi mereka.
Selama hadi raya Idulfitri tahun ini, kawasan Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki Israel pun nampak sepi.
Kawasan yang biasanya ramai itu bahkan seolah seperti kota mati. ***



