Mabur.co – Gelombang serangan besar-besaran yang dilancarkan Israel baru-baru ini diketahui menghancurkan ratusan bangunan maupun fasilitas penting di Iran.
Memasuki hari ke 28 perang, dampak serangan Israel bahkan dilaporkan telah mengakibatkan kerusakan di lebih dari 120 situs bersejarah warisan dunia yang terdapat di Iran.
Hal itu dikonfirmasi Komite Warisan Budaya Dewan Kota Teheran, melalui kantor berita semi resmi Iran ISNA, Sabtu (28/3/2026).
Laporan itu menyebut setidaknya ada 120 museum dan monumen bersejarah bernilai tinggi di Iran rusak akibat serangan Israel baru-baru ini.
“Di antara bangunan-bangunan tersebut terdapat bangunan-bangunan penting seperti Istana Golestan, bekas gedung Gendarmerie, gedung kantor polisi Baharestan, Bioskop Shokofeh, Istana Marmer, dan kompleks Istana Saadabad,” kata kantor berita tersebut.
Menurut Komite Warisan Budaya Dewan Kota Teheran, perusakan ratusan situs bersejarah itu merupakan bentuk kejahatan Israel yang ingin menghapus memori sejarah dan warisan peradaban Iran.
“Penghancuran dan kerusakan pada bangunan-bangunan ini merupakan kejahatan nyata terhadap memori sejarah dan warisan peradaban Iran, serta pelanggaran nyata terhadap Konvensi Den Haag tentang Perlindungan Warisan Budaya di Masa Konflik Bersenjata,” tambahnya.
Dalam Konvensi Den Haag yang dibuat tahun 1954, setiap negara sendiri dilarang keras menyerang dan menghancurkan warisan budaya baik itu museum, monumen, maupun arsip selama konflik bersenjata.
Perjanjian internasional yang dibuat di bawah payung UNESCO ini juga mewajibkan setiap negara untuk mencegah upaya perusakan, pencurian, dan penyalahgunaan kekayaan budaya untuk tujuan militer.
Dimana setiap negara wajib menjaga harta budaya di wilayahnya dan menghormati harta budaya di wilayah negara lain, baik dalam situasi damai maupun perang.
Jika ada negara yang melanggar konvensi hukum humaniter internasional ini secara sengaja, maka pelakunya dapat dihukum atas kejahatan perang.



