Saat ini US dan Israel terus mencari jalan untuk exit dari perang dengan Iran. Mereka sudah tak tahan. Iran sudah dibom habis-habisan. Pemimpinnya sudah dihabisi dua set. Dan akan terus begitu sampai Iran menyerah.
Namun ternyata Iran berhasil melawan: mengebom semua pangkalan militer AS di Timur Tengah, bisa menembus Iron Dome Israel, bisa menjatuhkan pesawat tempur AS, dan juga bisa mengendalikan Selat Hormuz.
Semua ini menguras ekonomi AS dan Israel serta menyeret dunia menghadapi krisis energi dan turbulensi ekonomi. Intinya, Iran tak bisa ditundukkan.
Iran bukan Venezuela, bukan Libya, bukan Irak, bukan Soviet, dan bukan Suriah. Tidak bisa ditundukkan dengan politik subversi seperti yang selalu dipraktikkan AS di mana-mana, seperti kolaps dan tunduknya negara-negara tersebut.
AS dan Israel mencari jalan damai untuk menghentikan perang. Tuntutan keduanya terhadap Iran sama seperti sebelum perang. Apa itu? Iran harus ikut maunya AS dan Israel. Jika jalan damai ini buntu, Iran bisa saja mengikuti jalur Korea Utara. Iran akan memilih menjadi junior partner China di Timur Tengah.
Mungkin China akan berbagi dengan Rusia, bahkan bisa juga dengan India. Hanya itu yang membuat Iran aman seperti Korut: terisolasi dari dunia tetapi juga tak ada yang berani mengganggu. Iran akan terisolasi tetapi bisa punya nuklir seperti Korut. Mungkinkah?
Kita tunggu kelanjutan perang ini.
(*)



