Mabur.co- Orang zaman dahulu, dalam beberapa kasus, sepertinya memang lebih pintar dari yang diasumsikan orang-orang saat ini.
Mereka memang tidak memiliki roket atau listrik, namun setidaknya ada bukti yang tak terbantahkan mengenai teknologi yang tak kalah canggihnya.
Teknologi ini disebut sebagai yakhchal (lubang es), yakni jenis kulkas kuno yang dibangun di padang pasir Persia (sekarang Iran).
Berabad lalu, bangsa Persia kuno telah mengembangkan teknologi penyimpanan es di tengah gurun yang dikenal dengan nama yakhchal.
Bangunan yang menyerupai sarang lebah raksasa ini terbuat dari tanah liat.
Kemampuan bangsa Persia membuktikan kecerdikan mereka dalam menciptakan solusi dengan sumber daya yang terbatas.
Jauh sebelum adanya listrik, yakhchal berfungsi sebagai pendingin alami yang dibuat dari tanah liat.
Arsitektur kubah ini diperkirakan ada sejak 400 SM.
Melansir dari Atlantic International University, Minggu (29/3/2026), sistem penyimpanan es ini juga memiliki hubungan dengan konsep penyimpanan energi termal modern.
Satu meter kubik es mampu menyimpan sekitar 334 juta joule energi panas, sehingga es berfungsi sebagai medium penyimpan pendinginan alami.
Struktur ini menjadi bagian penting dari kehidupan kota gurun Persia. Es digunakan untuk membuat minuman sharbat serta makanan penutup tradisional seperti faloodeh, mi tipis dalam sirup mawar yang disajikan dingin.
Pada abad ke-19 es bahkan dijual secara luas di kota seperti Isfahan. Balok es diangkut dengan keledai menuju pasar.
Toko buah, pedagang minuman, dan rumah tangga menggunakan es tersebut untuk mendinginkan air dan makanan selama musim panas.
Beberapa yakhchal juga menjadi titik aktivitas sosial.
Melansir dari Iransafar, struktur Mo’ayedi di Kerman setinggi sekitar 20 meter berfungsi sebagai tempat berkumpul warga saat musim panas karena bayangan kubahnya memberikan perlindungan dari panas gurun.
Sejumlah yakhchal masih berdiri hingga sekarang di wilayah Yazd, Kerman, dan Abarkuh.
Struktur Abarkuh memiliki tinggi sekitar 22 meter dengan keliling mencapai 64 meter dan dinding setebal sekitar tiga meter.
Menurut Iransafar, banyak bangunan ini berasal dari periode Safavid hingga Qajar.
Beberapa di antaranya telah didaftarkan sebagai warisan nasional Iran sejak 1999.
Meski tidak lagi digunakan untuk menyimpan es, bangunan tersebut menjadi bukti bagaimana masyarakat gurun mengembangkan teknologi arsitektur untuk mengatasi kondisi ekstrem.



