Mabur.co- Perusahaan teknologi Meta dilaporkan sedang mengembangkan sebuah inovasi yang cukup kontroversial.
Perusahaan induk Facebook dan Instagram ini baru saja mengantongi sebuah paten teknologi baru.
Paten ini berkaitan erat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).
Teknologi ini diklaim mampu membuat sebuah akun media sosial tetap hidup. Akun tersebut bisa terus beroperasi secara otomatis.
Hal ini tetap berlaku meskipun sang pemilik asli akun tersebut telah meninggal dunia.
Dilansir dari Kompas.com, Jumat (3/4/2026), perusahaan teknologi Meta dilaporkan telah mengantongi paten teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan akun pengguna tetap aktif di media sosial, bahkan setelah pemiliknya meninggal dunia.
Teknologi ini memanfaatkan model bahasa besar (large language model/LLM) untuk meniru perilaku digital pengguna, mulai dari gaya menulis, interaksi, hingga respons terhadap konten di platform.
Dalam dokumen paten tersebut, AI akan dilatih menggunakan data aktivitas pengguna, seperti unggahan, komentar, dan interaksi sebelumnya, sehingga dapat “menjalankan” akun seolah-olah masih dikendalikan oleh pemilik aslinya.
Tujuan dari teknologi ini, menurut dokumen paten, adalah menjaga keterlibatan (engagement) di platform, terutama jika akun tersebut sebelumnya aktif dan memiliki banyak pengikut.
Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk mensimulasikan kehadiran digital pengguna dalam berbagai kondisi, tidak hanya setelah meninggal, tetapi juga saat pengguna sedang tidak aktif dalam jangka waktu lama.
Meski telah mendapatkan paten, Meta menegaskan bahwa teknologi tersebut masih sebatas konsep dan belum tentu akan diwujudkan menjadi fitur nyata di platformnya.
Hal ini sejalan dengan praktik umum di industri teknologi, di mana perusahaan sering mendaftarkan paten untuk berbagai ide, meski tidak semuanya akan dikembangkan lebih lanjut.
Konsep ini juga berkaitan dengan tren yang dikenal sebagai “grief tech”, yaitu penggunaan teknologi untuk mempertahankan atau mensimulasikan kehadiran digital seseorang setelah meninggal dunia.
Meta bukan satu-satunya perusahaan yang mengeksplorasi konsep serupa.
Sebelumnya, beberapa perusahaan teknologi lain juga pernah mengembangkan atau mematenkan teknologi yang memungkinkan simulasi digital seseorang berdasarkan data yang ditinggalkan, termasuk chatbot yang meniru kepribadian individu.



