Mabur.co- Tepat di Hari Suara Sedunia (World Voice Day) pada 16 April 2026, dunia dubbing Indonesia kembali membawa kabar duka.
Salman Borneo, dubber yang dikenal berkat menjadi pengisi suara bahasa Indonesia untuk karakter seperti Plankton, Giant, Detektif Conan, My Hero Academia hingga Delicious in Dungeon telah meninggal dunia.
Perihal kematian sosok legendaris Salman Borneo tersebut, telah dikonfirmasi langsung oleh rekan sesama dubber, Darmawan Susanto, yang juga dikenal luas di industri yang sama.
Darmawan mengatakan, Salman telah mengembuskan napas terakhir pada Rabu (15/4/2026) dini hari.
“Rencananya jenazahnya akan dikebumikan pada siang harinya di Subang, Jawa Barat,” ujarnya dikutip IDN Times, Kamis (16/4/2026).
Kepergian Salman Borneo tentu meninggalkan duka mendalam, terutama bagi para penikmat animasi dan serial televisi yang tumbuh di era 2000-an.
Pasalnya, suara khasnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil banyak orang Indonesia. Lewat karakter-karakter ikonik yang ia isi, Salman berhasil menghadirkan emosi, humor, hingga kedalaman cerita yang membuat penonton semakin terhubung.
Salman Borneo adalah sosok di balik berbagai karakter legendaris.
Ia dikenal sebagai pengisi suara Plankton dalam versi dubbing Indonesia, karakter kecil penuh ambisi yang selalu mencuri perhatian dengan tingkah kocaknya.
Selain itu, ia juga menghidupkan karakter Sokka, sosok humoris yang cerdas dan penuh strategi dalam serial animasi populer.
Dedikasi Salman Borneo terhadap dunia pengisi suara tidak hanya menunjukkan profesionalisme tinggi, tetapi juga passion yang luar biasa.
Di masa ketika dubbing belum sepopuler sekarang, ia sudah lebih dulu menjadi pionir yang menghidupkan berbagai karakter asing agar lebih dekat dengan penonton lokal.
Suaranya bukan hanya sekadar pengisi dialog, tetapi juga menjadi jembatan emosi yang membuat cerita terasa lebih hidup.
Kepergian Salman Borneo menjadi kehilangan besar bagi industri kreatif Indonesia. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai salah satu dubber terbaik yang pernah dimiliki negeri ini.
Warisan karyanya akan terus hidup melalui karakter-karakter yang ia isi, yang hingga kini masih ditonton dan dicintai oleh berbagai generasi. ***



