Mabur.co – Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) RI melalui Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan menggelar Perayaan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) bertajuk Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia di Hotel Savoy Homann, Bandung, Minggu (19/4/2026). Acara diisi dengan peluncuran buku, diskusi, dan lain-lain.
Dalam rilis yang diterima mabur.co, Minggu (19/4/2026) malam, dijelaskan, momentum ini menjadi upaya strategis untuk menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung dalam konteks global saat ini, sekaligus memperkuat peran budaya sebagai jembatan perdamaian dunia.

Dalam pidato kebudayaan, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyoroti bahwa dunia tengah berada dalam fase ketidakpastian global (uncertain world) dan erosi kepercayaan antarnegara (trust erosion), ditandai dengan meningkatnya konflik, rivalitas geopolitik, hingga perlombaan persenjataan.
Di tengah kondisi tersebut, ancaman terhadap warisan budaya juga semakin nyata, mulai dari kerusakan situs bersejarah hingga hilangnya jejak peradaban manusia akibat konflik.
Merespons hal tersebut, Menbud menegaskan bahwa Bandung Spirit harus terus dihidupkan sebagai kompas moral dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil dan beradab.
“Jika kita ingin membangun perdamaian yang berkelanjutan, maka kita harus melindungi kebudayaan. Kita harus memastikan bahwa tidak ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa, tidak ada dominasi yang membungkam identitas, dan tidak ada sistem global yang mengabaikan suara mereka yang lemah,” tegas Menbud Fadli Zon.
Lebih lanjut Menbud Fadli menegaskah bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap berada pada jalur non-blok, aktif membangun kerja sama global, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam Piagam PBB.
Di tingkat domestik, penguatan ketahanan nasional terus dilakukan melalui pembangunan sumber daya manusia, ketahanan pangan, serta berbagai program prioritas menuju Indonesia Emas 2045. ***



