Ada yang unik setiap pasaran Minggu Pon. Di destinasi Jagad Bambu Nusantara Dukuh Plupuh, Wukirsari, Cangkringan, digelar pasar rakyat. Tidak saja menyajikan beragam produksi tetapi juga aneka karya seni.
Dalam pantauan tim Mabur.co, sejak pagi hari suasana sangat meriah. Ibu-ibu menggelar senam bersama di halaman Balai Padukuhan. Setelah selesai senam, mereka segera masuk ke destinasi Jagad Bambu Nusantara yang tak jauh letaknya.
Aneka kuliner, minuman dan kerajinan memenuhi stan yang terbuat dari konstruksi bambu. Para pengunjung berdatangan, membeli dan duduk di tikar yang disediakan pengelola secara gratis. Sementara di panggung terbuka, beberapa sanggar seni menampilkan pentas tari untuk menghibur pengunjung.
Kepada Mabur.co Dukuh Plupuh, Sutarja, menyampaikan semua stan terisi.
“Alhamdulillah, kebanyakan dagangan laris dan habis. Setiap selapan (red. 35 hari) pada hari Minggu Pon kami memang menggelar pasar rakyat sejak Jagad Bambu Nusantara diluncurkan bulan Februari lalu. Selain untuk kegiatan ekonomi warga juga menyediakan wisata desa yang alamiah. Hanya saja, kami masih perlu dukungan agar destinasi ini semakin diminati,” harapnya.
Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Wahjudi Djaja, yang datang bersama mahasiswa, mengapresiasi ketekunan pengelola dan warga Plupuh dalam menghidupkan destinasi Jagad Bambu Nusantara.

“Sebuah kebanggaan bagi kami bahwa ide yang kita tanam bisa bergerak dan terus bergerak. Ini sangat positif karena ada banyak keunikan yang ada di Plupuh. Kami senantiasa terbuka untuk diajak kerjasama dan kolaborasi, termasuk dengan jaringan yang kami miliki. Bahkan beberapa event sudah kami siapkan agar destinasi ini semakin dikenal wisatawan,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa, Riska Aulia, saat ditanya tim Mabur.co menyampaikan apresiasi kepada pengelola.
“Jika kami boleh memberi masukan, antara penjual dan pembeli serta tempat untuk menikmati kuliner perlu diatur agar lebih nyaman. Penjual juga perlu memasang papan nama terkait apa yang dijual dan besaran harganya agar mempermudah calon pembeli,” pungkasnya.
Selama pasar rakyat, terlihat area parkir dipenuhi motor dan mobil. Suasana yang asri dan alami karena di bawah rumpun bambu yang sudah ditata dan dibersihkan menjadikan destinasi ini benar-benar bisa untuk healing dan refreshing.
Berada di tepi jalur wisata Merapi, Jagad Bambu Nusantara Plupuh perlu segera berbenah diri, termasuk menggerakkan promosi baik online maupun offline. ***



