Mabur.co – Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa semua orang begitu mendambakan diri mereka menjadi orang terkenal.
Baik itu terkenal di kampungnya, di sekolahnya, di kampusnya, di kantornya, di media sosial, di negaranya, bahkan di dunia internasional.
Dengan memiliki keterkenalan (popularitas), seseorang dianggap mampu memengaruhi (influence) orang lain, dikagumi dan dicintai banyak orang, dimintai tanda tangan atau swafoto (selfie), berkesempatan mendapatkan jodoh atau pasangan dengan lebih mudah, serta yang paling penting adalah memperoleh kekayaan atau harta.
Namun siapa sangka, menjadi seorang pribadi yang dikenal publik juga punya sisi gelap tersendiri, yang mungkin belum disadari oleh banyak orang.
Bagaikan dua sisi mata uang, segala sesuatu di dunia ini pasti memiliki sisi positif dan negatif di dalamnya, termasuk menjadi orang terkenal sekalipun.
Dilansir dari laman Detikcom, Senin (4/5/2026), berikut adalah beberapa risiko yang harus ditanggung oleh seseorang yang dikenal luas oleh publik.
1. Kehilangan Privasi
Salah satu risiko terbesar jadi orang terkenal tentu saja harus kehilangan privasinya. Seolah-olah seluruh hidupnya mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, semuanya harus terekam kamera dan diketahui oleh publik.
Akibatnya, tentu saja orang ini tidak bisa bebas melakukan apa saja yang diinginkannya, termasuk apabila ia sudah terbiasa mengucapkan kata-kata jorok (misuh) di masa lalu (sebelum jadi terkenal).
Selain itu, orang terkenal umumnya juga harus menyapa publik, dan menjelaskan (reportase) sedang berada dimana dan apa dia lakukan di lokasi tersebut, dan seterusnya.
Padahal, mereka juga punya kehidupan pribadi (privasi) yang tidak perlu diketahui oleh banyak orang.
2. Tekanan Mental dan Sosial
Dengan menjadi orang terkenal, setiap gerak-geriknya akan terus diawasi oleh publik. Untuk itu, ia harus dituntut tampil sesempurna mungkin dimanapun ia berada. Karena dimanapun ia berada, sudah pasti ada kamera yang akan mengikutinya (kecuali di kamar mandi).
Tanggung jawab semacam itu tentunya bisa menimbulkan tekanan dan stres yang luar biasa, apabila dia tidak sanggup menghadapinya.
Sedikit saja dia melakukan kesalahan dalam bersikap maupun berucap, bisa-bisa reputasinya akan hancur seketika.
3. Memicu Penyakit Hati
Tanpa disadari, menjadi orang terkenal dapat memicu sifat sombong atau gila hormat. Sehingga dia pun akan selalu haus pengakuan dari orang lain, akibat sudah terlalu sering mendapatkannya setelah menjadi terkenal.
Padahal, pengakuan orang lain tidak serta merta akan membuat hidupnya menjadi lebih baik, atau lebih unggul daripada orang-orang lainnya yang tidak terkenal, dan seterusnya.
4. Harus Terlibat/Mengucapkan Sesuatu yang Bukan Urusannya
Dalam konteks saat ini (digital), orang terkenal seringkali berpendapat, atau malah dimintai pendapat, terkait sesuatu yang sejatinya bukan urusan dia. Misalnya ketika Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy kerap mengomentari banyaknya pengamat yang mengkritik pemerintah, sehingga ia pun menyebut fenomena itu dengan istilah “inflasi pengamat”.
Padahal sebagai seorang Seskab, Teddy seharusnya tidak banyak berbicara di depan publik, melainkan hanya tampil di balik layar, dan mengurusi berbagai urusan administrasi negara. Apalagi sampai berkomentar mengenai pihak-pihak yang mengkritik pemerintah dan semacamnya.
Akibatnya, setelah pernyataan viral tersebut, Seskab Teddy terus-menerus dihujat oleh publik. Belakangan dia pun dituduh sebagai seorang gay, ngondek, dibuatkan lagu parodi (hingga memicu reaksi dari tokoh politik senior), dan seterusnya.
5. Sering Dimanfaatkan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Orang terkenal kerap dikonotasikan sebagai orang kaya, atau memiliki harta yang berlebih ketimbang orang-orang lainnya yang tidak terkenal. Akhirnya, keterkenalannya sering “dimanfaatkan” oleh orang lain untuk hal-hal yang tidak semestinya, seperti untuk menipu, meminjam uang, dan sebagainya.
***
Penting untuk dipahami bahwa orang-orang terkenal itu juga manusia biasa, sama seperti kita semua. Mereka juga makan, minum, mandi, istirahat, tidur, dan seterusnya sama seperti orang-orang lain yang tidak terkenal atau tidak kaya.
Maka tidak elok apabila privasi mereka terus diganggu semacam itu, atau berusaha dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak patut. Karena sekali lagi, orang terkenal juga manusia biasa, dan pasti memiliki kelemahan (yang mungkin menjadi kelebihan orang yang tidak terkenal) dan ketidaksempurnaannya masing-masing.
Dan satu hal lagi, menjadi orang terkenal bukan berarti dia lebih baik dari orang lain yang tidak terkenal. Namun ia hanya lebih beruntung, memiliki bakat (yang diasah sedemikian rupa), mau bekerja keras, atau dibantu oleh “orang dalam”, yang telah memberikan jalan baginya untuk jadi sosok yang terkenal dan seterusnya.
Sehingga jika Anda kebetulan bukan orang yang terkenal, tidak usah khawatir. Anda hanya kalah beruntung saja dari mereka. Dan itu juga bukan berarti Anda pasti lebih buruk. (*)



