Dirjen Djaka Budi Muncul di Dakwaan Suap, Purbaya Tak Mau Gegabah Ambil Tindakan - Mabur.co

Dirjen Djaka Budi Muncul di Dakwaan Suap, Purbaya Tak Mau Gegabah Ambil Tindakan

Mabur.co- Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, terseret dalam surat dakwaan pemilik PT Blueray Cargo, John Field, atas dugaan korupsi importasi barang pada Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Bloombergtechnoz, Djaka diduga menghadiri pertemuan dengan pengusaha kargo di Jakarta yang berujung pada pemberian suap miliaran rupiah.

Dokumen dakwaan mengungkapkan bahwa Djaka tidak sendiri saat menghadiri pertemuan di Hotel Borobudur pada Juli 2025 tersebut.

Ia didampingi oleh sejumlah pejabat Bea Cukai lainnya, yakni Rizal selaku Direktur P2 DJBC, Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen, dan Orlando Hamonangan selaku Kasi Intelijen.

Dalam rangkaian kasus ini, John Field diduga telah menyetorkan uang total Rp61,3 miliar kepada oknum pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Selain uang tunai, para terdakwa juga memberikan fasilitas hiburan senilai Rp1,45 miliar, jam tangan mewah Tag Heuer seharga Rp65 juta, dan satu unit mobil Mazda CX-5 senilai Rp330 juta.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah masih menunggu perkembangan proses hukum di KPK.

“Ya kita lihat saja nanti. Nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa,” kata Purbaya, dilansir Surya.co.id, Kamis (7/5/2026).

Purbaya menyatakan,  belum ada rencana menonaktifkan Djaka dari jabatannya sebagai Dirjen Bea Cukai, karena proses hukum masih berada pada tahap awal, sehingga belum bisa diambil langkah administratif.

“Tidak. Tidak sampai clear di sana (KPK) seperti apa. Prosesnya kan baru mulai. Namanya baru muncul, masa langsung berhenti. Kita lihat sampai clear sejelas-jelasnya seperti apa kasus itu, baru kita akan ambil tindakan,” ujarnya.

Purbaya menyebut, pemerintah akan memberikan pendampingan hukum apabila Djaka dipanggil aparat penegak hukum.

“Ada pasti. Kalau Pak Djaka misalnya dipanggil segala macam, yang lain kan ada pendampingan juga. Bukan intervensi ya, di luar negeri juga kan sama,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *