Mabur.co – Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, punya cara unik untuk mengajak masyarakat khususnya generasi muda, agar mau mengenal sejarah leluhur lewat peninggalan arkeologis seperti arca maupun relief candi.
Melalui akun resmi media sosialnya di Instagram maupun Tik Tok, Museum Majapahit nampak memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengungkap faka-fakta sejarah masa lampau yang jarang diketahui.
Langkah Inovatif
Lewat langkah inovatif ini, Museum Majapahit pun berhasil menghidupkan kembali sejarah peradaban Majapahit, sehingga dapat membuat anak-anak muda tertarik mengetahui lebih dalam tentang sejarah masa lalu di Nusantara.
Dalam sejumlah postingannya, dikutip Senin (18/5/2026), akun Instagram @museum.majapahit sendiri kerap mengunggah foto-foto dan video prasasti, arca maupun relief candi yang telah direkonstruksi ulang menggunakan teknologi AI.
Seperti misalnya tentang wastra atau kain tradisional yang terdapat pada sebuah arca. Lewat rekonstruksi AI, Museum Majapahit mampu menghidupkan kembali motif serta bentuk busana masa lampau yang terpahat pada peninggalan purbakala.
Dengan bantuan AI setiap detail pahatan arca pun bisa terlihat jelas, mulai dari bentuk pola hias, teknik pemakaian, hingga jenis tekstil yang digunakan pada periode tertentu di masa itu.
“Proses ini melibatkan transformasi data visual dari media batu (arca) menjadi bentuk busana fisik atau digital. Rekonstruksi ini bukan sekadar meniru bentuk, melainkan upaya pengembalian identitas nasional dan rekonstruksi kesadaran sejarah bangsa. Hal ini membantu masyarakat memahami bagaimana peradaban masa lalu mengekspresikan seni melalui kain dan pakaian,” bunyi postingan tersebut.
Gaya Rambut Era Majapahit
Di postingan lainnya, Museum Majapahit juga nampak menampilkan gaya rambut masyarakat Majapahit yang bisa dilihat melalui relief-relief candi. Dengan hasil rekonstruksi AI, model gaya rambut masyarakat Majapahit pun bisa terlihat lebih jelas sehingga mudah dipahami.
“Gaya rambut masyarakat Majapahit dapat ditelusuri melalui peninggalan arkeologis seperti relief candi dan arca figurin terakota. Berbagai artefak tersebut mengungkap kekayaan variasi tatanan rambut, khususnya pada kaum perempuan,” begitu narasi dalam postingan tersebut.
Dalam postingan ini, akun @museum.majapahit menunjukkan sejumlah gaya model rambut masyarakat Majapahit yang memiliki bermacam bentuk.
Mulai dari yang paling sederhana seperti rambut ditarik ke atas lalu digelung. Model sanggul dengan gaya keriting pada bagian tepinya. Gaya sanggul yang ditarik ke bagian kepala belakang layaknya pramugari. Hingga gaya rambut diikat dan digulung di kanan dan kiri.
Meski mengakui bukan hal yang mudah, dan masih ada kekurangan di sana sini, Museum Majapahit mengakui upaya ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam memahami detail pola relief candi atau arca dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.




