Mabur.co – Presiden klub Como 1907 asal Madiun, Jawa Timur, Indonesia, Mirwan Suwarso, mengakui bahwa persaingan para pemain untuk masuk ke dalam tim yang dipimpinnya sangatlah ketat.
Bahkan, sebagai klub asal Italia, Como juga tidak banyak memiliki pemain asli Italia di dalam skuadnya pada musim ini, yang baru saja selesai akhir pekan lalu.
Selain itu, banyak orang Indonesia mengharapkan kehadiran Djarum Group dan Mirwan Suwarso sebagai pemilik Como sebagai jembatan “instan” bagi perkembangan pemain muda potensial asli Indonesia (bukan naturalisasi), untuk menjajal peruntungannya bersaing di liga top eropa.
Hanya saja menurut Mirwan, peluang pemain asli Indonesia untuk bergabung ke Como bisa dikatakan sangatlah sulit. Mengingat klub-klub di eropa hanya diizinkan memiliki dua pemain non-eropa di dalam keseluruhan skuadnya (dari berbagai kelompok usia).
Sehingga pemain yang direkrut pun harus yang benar-benar berkualitas dalam segala aspek, agar tidak menjadi perekrutan yang sia-sia belaka, sekaligus membuka kesempatan bagi pemain tersebut untuk berkembang di klub lain.
“Kalau peluang (pemain asli Indonesia bermain di Como) selalu pasti ada. Namun kendalanya seperti ini, di Italia itu hanya boleh ada dua pemain non eropa. Bukan hanya di tim utama, tapi sampai paling bawah (level akademi). Jadi kalau gue ngambil pemain muda (Indonesia) usia 16 tahun, di senior jatahnya jadi cuman satu. Jadi kita harus mencari bakat yang benar-benar bagus, gitu kan,” papar Mirwan Suwarso, dalam wawancara ekslusif dengan Helmy Yahya, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Senin (25/5/2026).
Harus Bersaing dengan Pemain Amerika Latin
Mirwan menambahkan, dengan kondisi semacam itu, pemain muda Indonesia juga harus bersaing dengan anak-anak muda lainnya dari Brazil, Argentina, Uruguay, dan semacamnya, yang sudah jelas memiliki kultur sepakbola yang lebih baik ketimbang Indonesia.
Sehingga kesempatan pemain Indonesia untuk masuk ke Como pun kian menipis, sekalipun mayoritas sahamnya dimiliki orang asli Indonesia.
“Sekarang pemain kita (Como) yang pemain non-EU (European Union – Uni Eropa) ada satu, dia orang Brazil, tapi sebelum datang ke kita dia mainnya di Aston Villa (Inggris) dan di Sevilla (Spanyol), gitu. Jadi emang pengalamannya udah tinggi. Tinggal kita mau pilih (pemain non-EU yang diinginkan), pemain asing ini mau pemain muda, yang harus jadi bakat istimewa banget, atau pemain pengalaman yang bisa menjaga level kita (di tim utama), gitu,” tambah Mirwan.
Meski demikian, Mirwan mengaku bahwa Como sudah pernah memberi kesempatan kepada tenaga-tenaga asli Indonesia, untuk berkecimpung dalam dunia kepelatihan atau analisis, yang bertugas membantu manajerial Como di balik layar.
Salah satunya adalah Kurniawan Dwi Yulianto, mantan striker timnas Indonesia era 90-an hingga awal 2000-an, yang sempat menjadi asisten pelatih di tim primavera atau U-19 Como pada 2022 lalu. (*)

