Mabur.co – Sebagai Presiden klub asal Italia, Como 1907, sejak November 2019 silam, pengusaha Djarum Group asal Madiun, Jawa Timur, Mirwan Suwarso, harus rela meninggalkan Indonesia dan tinggal di Italia, untuk membangun kerajaan bisnis baru di kota Como, Italia.
Perjuangannya itu pun mulai membuahkan hasil manis. Setelah berhasil membawa Como promosi ke Serie-A pada 2024 lalu, pada pertengahan tahun 2026 ini, Como sukses menduduki peringkat 4 klasemen akhir Serie-A musim 2025-26 yang baru saja selesai akhir pekan lalu, dan berhak memperoleh satu tiket otomatis ke UEFA Champions League (UCL) musim depan.
Dalam perjalanannya menetap di Italia selama tujuh tahun, Mirwan tentu saja harus beradaptasi dengan kultur negara Italia, dan membiasakan diri dengan cuaca, makanan, dan karakteristik orang-orang di sana, yang dikenal memiliki arogansi yang tinggi dan cenderung idealis.
Namun bagi Mirwan, hal itu tidak menjadi masalah besar baginya. Bahkan menurutnya, orang-orang Italia memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan orang Indonesia.
“Orang Itali itu aslinya mirip kayak orang Indonesia. Ramah. Yah Sebelas dua belaslah kalau menurut gue. Mereka sangat menghargai family values (nilai kekeluargaan), ya. Jadi tidak sulit buat gue bisa beradaptasi di sini,” ucap Mirwan Suwarso, dalam wawancara eksklusif bersama Helmy Yahya, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Senin (25/5/2026).
Adaptasi Bahasa Italia Sulit
Meski demikian, Mirwan mengaku bahwa adaptasi bahasa (bahasa Italia) merupakan aspek tersulit yang harus dihadapinya selama berkiprah di benua biru. Untungnya Mirwan cukup fasih berbahasa Inggris, sehingga tidak perlu terlalu mempelajari bahasa Italia secara mendalam, seperti mengikuti kursus dan lain sebagainya.
“Mungkin bahasanya memang lebih sulit (untuk beradaptasi), dan banyak dari mereka juga, khususnya di lingkungan sepakbola, yang bahasa Inggrisnya tidak terlalu lancar, Bahasa tarzanlah kira-kira. Bahasa Italia gue berantakan, mereka bahasa Inggrisnya juga berantakan, sama-sama jangan malu aja gitu,” tambah Mirwan.
Mirwan sejatinya tetap berkeinginan mempelajari bahasa Italia, agar bisa berkomunikasi dengan lebih mudah kepada teman-teman di kantornya maupun masyarakat Como secara umum.
Hanya saja, ia tidak memiliki cukup waktu untuk melakukannya, akibat kesibukan yang padat dalam urusan manajerial sepakbola dan bisnis di Como.
Terlebih dengan lolosnya Como ke kompetisi UCL musim depan, membuat Mirwan semakin tidak memiliki waktu luang, untuk bisa belajar bahasa Italia secara komprehensif. (*)

