Apakah Tidak Makan Nasi Sama dengan Tidak Makan Sama Sekali?

3 Min Read
Steaming white rice being scooped from a plate with a spoon
Ilustrasi. Nasi putih. (Foto: detik.net.id)

Mabur.co – Selama ini, jika mendengar atau mengucapkan kata “makan”, pikiran kita pasti akan tertuju ke satu makanan pokok, yakni nasi, terutama nasi putih.

Ya, kata “makan” sangat terasosiasi dengan “nasi”, sebagai makanan pokok orang Indonesia sejak lama.

Bahkan ada pula yang menganggap, jika tidak makan nasi, itu sama saja dengan tidak makan sama sekali. Benarkah demikian?

Apakah jenis makanan lain lantas tidak dianggap, jika tidak ada sajian nasi di dalamnya?

Untuk menjawab mitos tersebut, simak penjelasannya di bawah ini, dilansir dari laman Detikhealth, Rabu (27/5/2026).

Tetap Bisa Makan Sumber Karbohdirat Lain

Nasi hanyalah satu dari sekian sumber karbohidrat yang tersedia sebagai pilihan konsumsi masyarakat Indonesia. Namun harus diakui, nasi merupakan sumber karbohdirat terbesar, di mana sepiring nasi putih (sekitar 100 gram) mengandung sekitar 40 hingga 44 gram karbohidrat, sehingga bisa lebih cepat mengenyangkan ketimbang sumber karbohidrat lainnya.

Namun, Anda tetap bisa dan boleh mengkonsumsi sumber karbohidrat lainnya, seperti umbi-umbian, biji-bijian, berbagai jenis roti, dan seterusnya. .

Pilihan Pengganti Nasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa alternatif lain yang bisa dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat selain nasi. Sumber-sumber ini juga berperan mengisi energi dan nutrisi dalam tubuh Anda, Meskipun tidak akan sekenyang saat mengkonsumsi nasi. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Umbi-umbian: Kentang, ubi jalar, singkong, dan talas.

Biji-bijian: Havermut (oat) dan jagung.

Olahan gandum: Roti gandum dan pasta.

Catatan Penting

Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi: Jika Anda memutuskan tidak makan nasi, pastikan Anda menggantinya dengan asupan gizi seimbang, yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sesuaikan jumlah masing-masing berdasarkan kebutuhan pribadi Anda.

Risiko Lemas: Tidak makan nasi biasanya menyebabkan rasa lemas (tidak bertenaga), pusing, serta kekurangan nutrisi. Oleh karena itu, Anda harus bisa menggantinya dengan asupan gizi seimbang dan bernutrisi tinggi, seperti yang telah disampaikan pada poin sebelumnya.

***

Mengkonsumsi nasi tidaklah selamanya buruk, namun porsi dan cara pengolahannya tetap harus diperhatikan sedemikian rupa.

Konsumsi nasi secara berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah dan kelebihan kalori. Nasi juga tidak boleh menjadi satu-satunya asupan harian, karena tubuh tetap membutuhkan nutrisi seimbang dari protein, serat, dan lemak sehat. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment