Asyiknya Bersantai di Alun-alun Selatan Ditemani Kicau Burung Identitas DIY 

3 Min Read
Wide street scene on a sunny day: a large leafy tree on the left, a tall streetlight in the center, and motorcycles on the right beside the road.
Suasana Alun-alun Selatan Yogyakarta. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Tak banyak orang yang tahu, selain memiliki identitas kuliner berupa gudeg, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ternyata juga memiliki identitas dalam bentuk satwa. 

Satwa identitas DIY itu adalah burung perkutut, yang dikenal memiliki suara anggun, merdu, serta melambangkan kedamaian dan spiritualitas dalam budaya Jawa.

Meski banyak dibudidayakan dalam sangkar sebagai hewan peliharaan atau keperluan lomba, burung perkutut masih dapat dengan mudah ditemukan hidup liar di Yogyakarta. 

Burung Perkutut

Salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan langsung burung perkutut itu adalah kawasan Alun-alun Selatan Yogyakarta. 

Berada di pusat kota, tepatnya di sisi selatan Kompleks Keraton Yogyakarta, Alun-alun Kidul seolah menjadi surga kecil bagi burung yang merupakan identitas DIY ini. 

Di kawasan Alun-alun Kidul yang memiliki lapangan luas berukuran 125 x 123 meter persegi inilah ratusan burung perkutut hidup tenang, berbaur dengan aktivitas warga setiap harinya.

Saat pagi atau sore hari, ratusan burung perkutut ini akan nampak bermain-main, dan saling berkeliaran di tengah tanah lapang alun-alun. 

Kadang burung-burung ini juga akan beterbangan, lalu bertengger dan berbunyi di pohon-pohon besar, seperti sepasang beringin kurung yang ada di tengah alun-alun. Atau pun pohon-pohon peneduh lainnya yang ada di sekeliling Alun-alun Kidul.

Satwa Identitas Kota

Tak hanya burung perkutut, sejumlah burung lainnya juga kerap dijumpai di kawasan Alun-alun Selatan ini. Di antaranya seperti burung tekukur atau merbuk yang merupakan satwa identitas kota Yogyakarta juga.  Hingga burung puter atau deruk Jawa yang merupakan satwa identitas Kabupaten Bantul. 

Bila beruntung, kita juga akan dapat mendengar kicauan merdu sejumlah burung lainnya seperti kutilang, trucukan ataupun ciblek hingga burung emprit dan gereja. 

Tak perlu teropong atau pun kamera khusus untuk bisa menyaksikan berbagai jenis burung endemik Yogyakarta ini. Pasalnya burung-burung ini telah akrab dengan keberadaan manusia sehingga bisa dijumpai di mana saja.

Terkadang belasan burung ini bahkan seolah sengaja menemani dan mendekati pengunjung yang sedang jajan menikmati hidangan kuliner di kawasan Alun-alun Kidul ini. Mulai dari kuliner gudeg, rujak, es krim, dawet, es degan, ronde, dan sebagainya.

Jadi bagaimana, tertarik merasakan suasana Jogja sambil menikmati kuliner khas Jogja, dengan ditemani suara burung identitas Jogja? (Berbagai sumber) ***

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment