Mabur.co – SMP Negeri 4 Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 dengan kondisi yang tak biasa. Dari kuota penerimaan sebanyak 64 peserta didik baru, sekolah ini hanya berhasil menerima empat siswa.
Minimnya jumlah siswa baru membuat pelaksanaan MPLS dilakukan dengan konsep berbeda. Pihak sekolah menggabungkan empat peserta didik baru dengan siswa kelas VIII dan IX agar suasana kegiatan tetap hidup sekaligus membantu siswa baru lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Zonasi Sekolah
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SMP Negeri 4 Pengasih, Supriyadi, mengatakan, rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah wilayah zonasi sekolah yang berdekatan dengan beberapa SMP lain.
“Jaraknya hanya sekitar tiga sampai empat kilometer dengan sekolah lain. Akibatnya banyak calon siswa memilih sekolah yang juga berada di sekitar tempat tinggal mereka,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Selain itu, menurut Supriyadi, masih berkembang anggapan di masyarakat bahwa peluang diterima melalui jalur zonasi tertentu cukup kecil. Persepsi tersebut membuat sebagian calon peserta didik memilih tidak mendaftar ke SMP Negeri 4 Pengasih.
Ia mengungkapkan, berdasarkan pendataan sekolah, jumlah lulusan SD yang masuk dalam wilayah zonasi SMP Negeri 4 Pengasih tahun ini hanya sekitar 48 siswa.
Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin menurun pada tahun depan. Bahkan, di salah satu SD dalam wilayah zonasi hanya terdapat tiga siswa yang akan lulus.

“Memang jumlah lulusan di wilayah kami terus menurun. Tahun depan bahkan ada sekolah dasar yang hanya memiliki tiga siswa kelas akhir,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap optimistis dapat memberikan layanan pendidikan terbaik kepada seluruh peserta didik. Dengan jumlah siswa yang sedikit, sekolah justru berupaya menciptakan suasana belajar yang lebih intensif dan kondusif.
Salah seorang orang tua siswa, Sutilah, mengaku memilih SMP Negeri 4 Pengasih karena letaknya sangat dekat dengan rumah. Menurutnya, anaknya hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai ke sekolah.
“Rumah kami hanya sekitar 100 meter dari sekolah. Jadi anak bisa berangkat sendiri tanpa harus diantar jemput. Lebih dekat dan tidak merepotkan,” ujarnya.
Fenomena minimnya jumlah peserta didik baru di SMP Negeri 4 Pengasih bukan sesuatu yang baru di Kabupaten Kulon Progo.
Pasalnya kondisi semacam ini juga dihadapi sejumlah sekolah negeri lain akibat penurunan jumlah lulusan dan persaingan antarsekolah yang semakin ketat dalam sistem penerimaan peserta didik baru.

