Kota Makkah Gelap Total pada 2 Agustus 2027, Sekali Seumur Hidup

3 Min Read
Solar eclipse showing a dark Sun obscured by the Moon with a bright solar corona haloing it.
Ilustrasi. Gerhana matahari total yang indah dengan pancaran sinar terang. (Foto: Istimewa)

Mabur.co– Fenomena gerhana matahari total yang terjadi tahun depan bakal bisa dinikmati masyarakat Arab Saudi.

Termasuk Kota Makkah yang akan mengalami gelap total saat puncak fenomena tersebut. Gerhana matahari total akan terjadi pada 2 Agustus 2027 mendatang.

Dosen Ilmu Falak dan Fikih Muamalah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,  Dr. Abdul Mughits, S.Ag., M.Ag, mengatakan, terkait fenomena gerhana matahari total yang terjadi tahun depan, adapun kondisi astronomis di Makkah diperkirakan, matahari tertutup 100 persen (gerhana total).

Durasi totalitas sekitar 5-6 menit, matahari berada cukup tinggi di langit sehingga pengamatan relatif baik, langit siang berubah menjadi gelap seperti senja, bintang-bintang terang dan planet tertentu berpotensi terlihat.

Peristiwa Astronomis yang Menarik

“Durasi totalitas di Makkah termasuk yang terpanjang dalam beberapa dekade terakhir sehingga menjadikan peristiwa ini sangat menarik bagi astronom dan masyarakat umum,” katanya, Rabu (15/7/2026).

Portrait of a man in a dark suit and red tie against a red backdrop.
Dosen Ilmu Falak dan Fikih, Muamalah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,  Dr. Abdul Mughits, S.Ag., M.Ag. (Foto: Dok. Pribadi)

Abdul Mughits menuturkan, gerhana matahari total tanggal 2 Agustus 2027 memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam karena jalur totalitasnya melintasi Kota Makkah.

Dengan demikian, Kabah berada di wilayah yang mengalami gerhana matahari total. Keistimewaannya yakni terjadi di pusat kiblat umat Islam.

“Kabah yang berada di dalam Masjidil Haram merupakan pusat arah kiblat bagi lebih dari satu miliar muslim di seluruh dunia. Peristiwa astronomis besar yang terjadi tepat di wilayah ini tentu memiliki daya tarik tersendiri,” katanya.

Melihat Gerhana Matahari Total di Masjidil Haram

Abdul Mughits menuturkan, fenomena ini merupakan kesempatan langka bagi jemaah umrah. Jemaah umrah yang berada di Makkah pada saat itu berkesempatan menyaksikan fenomena gerhana total sambil berada di kawasan Masjidil Haram.

“Bagi banyak orang, kesempatan menyaksikan gerhana total merupakan pengalaman yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup, karena menurut perhitungan astronomi gerhana matahari total yang akan melewati Kabah baru akan terjadi lagi pada tanggal 7 Oktober 2135 M atau 108 tahun yang akan datang,” katanya.

Abdul Mughits mengatakan, fenomena gerhana di atas Kabah dapat menjadi momentum untuk merenungkan kebesaran Allah, serta keteraturan ciptaannya.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa benda-benda langit bergerak sesuai ketentuan Allah dengan presisi yang luar biasa. Bukan Pertanda Khusus atau Tanda Kiamat. Meskipun terjadi di atas Kabah, umat Islam tidak boleh mengaitkannya dengan ramalan, mitos, atau penentuan kejadian-kejadian gaib tertentu. Rasulullah menegaskan bahwa gerhana merupakan tanda kebesaran Allah dan bukan karena kelahiran atau kematian seseorang,” ucapnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar