Mengapa Hari Senin Begitu Dibenci Masyarakat?

4 Min Read
People walking on a city sidewalk while wearing face masks; diverse group in business and casual attire carry bags and backpacks.
Ilustrasi pekerja kantoran Jakarta yang kembali memulai rutinitas baru di hari Senin. (Foto: SWA)

Mabur.co – Hari Senin biasanya menjadi awal dari rutinitas baru dalam seminggu ke depan. Itulah mengapa, hari Senin kerap disebut sebagai “awal pekan”.

Hanya saja, “rutinitas baru” ini kerap dibenci oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang bergerak dalam pekerjaan atau aktivitas di ruangan atau kantor. Karena hari Senin menandakan bahwa mereka harus kembali menjalani aktivitas yang dianggap “membosankan”, yaitu pekerjaan sehari-hari.

Fenomena “membenci hari Senin” ini kerap disebut sebagai “Monday Blues“, yakni bagaimana kemunculan awal pekan yakni hari Senin menjadi awal dari perubahan drastis aktivitas manusia, yang awalnya begitu menikmati libur akhir pekan (Sabtu-Minggu) lalu harus kembali ke rutinitas pekerjaan sehari-hari, sehingga membuat mood atau suasana hati menjadi tidak baik-baik saja.

Dilansir dari laman CNBC Indonesia, Senin (3/8/2026), berikut adalah beberapa alasan sederhana, mengapa hari Senin kerap dibenci oleh masyarakat, setidaknya dari sisi psikologis.

1. Kembali ke Rutinitas yang Membosankan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hari Senin adalah tanda bahwa kebebasan yang diperoleh pada akhir pekan sebelumnya (Sabtu-Minggu) menjadi hilang atau berkurang drastis karena harus kembali menghadapi tumpukan pekerjaan, aturan kantor, atau sekolah, yang seringkali dianggap membosankan.

2. Tubuh Belum Siap

Tidak hanya dari sisi pikiran atau mindset (hari Senin membosankan dan lain-lain), tubuh atau fisik juga biasanya belum siap atau “tidak rela” jika harus kembali melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan. Misalnya ketika di hari Sabtu dan Minggu seseorang bisa tidur tengah malam dan bangun siang hari, maka kebiasaan itu tidak bisa dilanjutkan ketika memasuki hari Senin, dan seterusnya.

3. Memicu Lahirnya Stres Baru

Ketika seseorang tidak menyukai hari tertentu, dalam hal ini hari Senin, maka sudah pasti akan terjadi ketidaknyamanan dalam pikiran alam bawah sadarnya, sehingga memicu lahirnya stres baru yang tentu saja tidak diinginkan.

Ketika seseorang sudah mengalami stres saat memasuki hari Senin, maka tentu saja hari-hari yang dilewati akan terasa tidak menyenangkan, alias tidak produktif. Baik bagi dirinya sendiri maupun tempat kerjanya, sekaligus teman-teman di sekitarnya, dan sebagainya.

4. Adanya Ketidakpuasan terhadap Pekerjaan

Jika ditelusuri lebih jauh, hal ini juga perlu ditangkap dari sisi yang berbeda. Di saat seseorang merasa tidak nyaman menjalani hari Senin karena harus kembali ke rutinitas pekerjaan. Itu artinya dia memang tidak merasa nyaman di pekerjaannya tersebut.

Dengan kata lain, ada semacam ketidakpuasan yang terjadi selama ini, ketika menjalani rutinitas pekerjaan sehari-hari, yang umumnya dimulai dari hari Senin, dan seterusnya.

Jika sudah begitu, mungkin ada baiknya untuk mulai melirik pekerjaan baru di luar sana, atau mendirikan usaha baru bersama keluarga atau kolega tertentu, dan sebagainya.

***

Ketidaksukaan terhadap hari Senin sebenarnya adalah pikiran dari orang itu sendiri, yang kebetulan memiliki kebiasaan yang sama dengan ribuan atau bahkan jutaan orang lainnya di seluruh dunia, yakni memulai suatu aktivitas yang tidak menyenangkan di hari Senin.

Padahal bagi masyarakat dari kalangan tertentu, misalnya dari kalangan atlet (olahragawan), kemunculan hari Senin bisa jadi malah disyukuri. Karena di hari itulah mereka justru bisa beristirahat, dan tidur sepulas-pulasnya di rumah, setelah menjalani pertandingan atau perlombaan yang begitu melelahkan di hari Sabtu atau Minggunya.

Karena bagi seorang atlet, pekerjaan utama mereka justru berlangsung di akhir pekan, dengan tujuan untuk menghibur para pekerja kantoran (masyarakat umum), yang justru sedang menikmati akhir pekan dengan menonton pertandingan para atlet tersebut di akhir pekan.

Ritme yang bertolak belakang tersebut membuat hari Senin sebenarnya tidak 100% dibenci oleh seluruh masyarakat di seluruh dunia. Tinggal bagaimana mindset dan aktivitas yang dijalani pada hari tersebut, yang menjadi penentu disukai atau tidaknya hari Senin setiap minggunya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar