Mabur. co – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran, Mohsen Javadi, di Bhopal, Madhya Pradesh, India.
Dalam rilis yang diterima mabur.co, Minggu (9/8/2026) sore dijelaskan, pertemuan yang berlangsung di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting tersebut membahas penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia–Iran.

Antara lain melalui pembaruan program pertukaran budaya, kerja sama perfilman dan sastra, pertukaran antarmasyarakat, serta kolaborasi dalam kerangka UNESCO.
Indonesia dan Iran memiliki hubungan budaya yang telah terjalin selama berabad-abad melalui perdagangan, pertukaran keilmuan, sastra, filsafat, dan perkembangan peradaban Islam.
Hubungan Historis Fondasi Penting
Menbud Fadli Zon menilai hubungan historis tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun kerja sama kebudayaan yang lebih konkret dan relevan bagi generasi mendatang.
“Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang telah terjalin lama, khususnya di bidang kebudayaan. Kita perlu memperbarui dan memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama yang semakin konkret,” ungkap Fadli Zon.
Salah satu agenda utama pertemuan adalah keberlanjutan Cultural Exchange Programme Indonesia–Iran 2023–2026 yang akan segera berakhir.
Kedua pihak sepakat bahwa momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun program baru yang lebih luas, mencakup warisan budaya, museum, sastra dan penerjemahan, perfilman, industri kreatif, pendidikan, serta pertukaran antarlembaga dan pelaku kebudayaan.
Indonesia menyampaikan kesiapan untuk menindaklanjuti penyusunan kerangka kerja sama berikutnya bersama Pemerintah Iran.
Perfilman menjadi salah satu bidang yang diprioritaskan. Menbud Fadli mendorong produksi bersama dan pertukaran antarsineas sebagai sarana memperkenalkan budaya kedua negara kepada masyarakat luas.
Adaptasi Film Iran Children of Heaven
Ia turut menyinggung adaptasi film Iran Children of Heaven di Indonesia sebagai salah satu contoh keterhubungan kreatif kedua negara.
“Kerja sama perfilman menjadi salah satu bidang yang dapat kita prioritaskan. Ke depan, kita dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang produksi bersama antara sineas kedua negara,” tutur Menbud Fadli.
Di bidang sastra dan penerbitan, Iran mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Teheran International Book Fair serta menawarkan program penerjemahan karya sastra Persia dan karya internasional ke dalam bahasa Persia.
Indonesia menyambut baik tawaran tersebut dan tertarik menjajaki partisipasi pada penyelenggaraan mendatang. Kedua pihak juga mendorong pertukaran kegiatan kebudayaan dan penyelenggaraan pekan budaya untuk memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya. Kerja sama dalam kerangka UNESCO, khususnya pelindungan Warisan Budaya Takbenda, turut menjadi perhatian.
Menbud Fadli menyampaikan apresiasi atas kontribusi Iran dalam kerja UNESCO dan mendorong kolaborasi lebih erat setelah Indonesia terpilih sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage periode 2026–2030.
Indonesia juga kembali menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam perluasan nominasi multinasional Tradition of Iftar, serta menjajaki peluang nominasi multinasional lainnya.
Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran, Mohsen Javadi, menyambut baik pembaruan kerja sama tersebut. Ia menilai berakhirnya Cultural Exchange Programme 2023–2026 merupakan momentum untuk memperluas berbagai inisiatif kebudayaan Indonesia–Iran.
Menurutnya, kedua negara memiliki banyak kesamaan dan hubungan budaya yang kuat yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda, terutama melalui film, sastra, musik, pendidikan, dan wisata budaya.
Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan RI dalam pertemuan ini antara lain Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI New Delhi, Yudho Sasongko; serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori.
Dari pihak Iran hadir antara lain Senior Advisor for Scientific, Cultural, and Managerial Affairs to the Deputy Minister for Cultural Affairs, Dr. Ayoub Dehghankar; Head of the Office for Cultural and Artistic Cooperation, Behzad Mohammadi; Director General for Cultural Exchanges and International Organizations, Hamid Mostafavi; IPIS Representative in India sekaligus Second Secretary pada Kedutaan Besar Republik Islam Iran di New Delhi, Dr. Omid Babelian; serta Cultural Counsellor Kedutaan Besar Republik Islam Iran di New Delhi, Dr. Faridoddin Faridasr. ***
