Mabur.co – Sebuah artefak berupa arca kuno ditemukan di kawasan situs Candi Plembutan, Kalurahan Plembutan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penemuan artefak tersebut bermula ketika seorang juru pelihara situs Candi Plembutan, Karyadi, melihat benda yang muncul di permukaan tanah saat menjalankan tugasnya di kawasan situs.
Dikutip dari akun resmi Instagram Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Yogyakarta, Rabu (12/8/2026), laporan penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan ekskavasi penyelamatan untuk mengamankan artefak.
Tim khusus BPK Yogyakarta melakukan ekskavasi pada 28 hingga 31 Juli 2026. Dari proses tersebut diketahui artefak yang ditemukan merupakan arca Durga Mahisasuramardhini.
Arca tersebut menjadi temuan penting karena dapat menambah data arkeologi mengenai situs Candi Plembutan yang selama ini diketahui memiliki latar belakang keagamaan Hindu.
Penggambaran Dewi Durga
Durga Mahisasuramardhini merupakan salah satu penggambaran Dewi Durga dalam tradisi Hindu. Sosok tersebut dikenal sebagai Durga yang tengah melawan raksasa Asura.
Dalam penggambaran umumnya, Durga Mahisasuramardhini memiliki delapan tangan dan setiap tangannya membawa senjata yang dipercaya berasal dari pemberian para dewa.
Durga digambarkan berdiri di atas kerbau atau mahisa. Ia digambarkan menarik ekor kerbau sekaligus menjambak rambut Asura.
Biasanya arca Durga Mahisasuramardhini kerap ditemukan di relung-relung dinding tubuh candi bernapaskan Hindu. Arca Durga Mahisasuramardhini umumnya ditemukan di relung dinding sisi utara.
Kondisi Arca Tidak Utuh
Arca yang ditemukan di situs Candi Plembutan sendiri kondisinya sudah tidak utuh. Bagian tubuh arca telah mengalami kerusakan dan patah menjadi beberapa bagian.
Yang menarik artefak tersebut terbuat dari batu kapur. Setelah diamankan melalui proses ekskavasi, arca dibawa ke Kantor BPK DIY untuk menjalani konservasi dan penelitian lebih lanjut.
Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan informasi lebih jauh mengenai karakter arca maupun konteks keberadaannya di kawasan situs Candi Plembutan.

Temuan arca Durga ini pun semakin memperkuat indikasi bahwa situs Candi Plembutan merupakan situs bercorak Hindu. Sebelumnya, kawasan tersebut telah beberapa kali menjadi lokasi penelitian dan ekskavasi arkeologi.
Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Yogyakarta, yang kini menjadi BPK DIY, pernah bekerja sama dengan Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada melakukan ekskavasi pada 1997 dan 2000.
Dari dua kegiatan tersebut ditemukan sejumlah tinggalan yang berkaitan dengan tradisi Hindu. Di antaranya arca Ganesha, fragmen yoni, fragmen arca dengan laksana trisula, serta mahkota berbentuk candra kapala.
Temuan-temuan tersebut menjadi bukti penting mengenai latar belakang keagamaan situs Candi Plembutan. Dengan ditemukannya arca Durga, data arkeologi di situs tersebut kini semakin bertambah.
Situs Masa Klasik Hindu
Situs Candi Plembutan tercatat sebagai salah satu situs masa klasik peninggalan kebudayaan Hindu di Gunungkidul.
Struktur bangunan yang ditemukan di situs ini berupa batu putih atau batu tufa dengan denah berbentuk bujur sangkar berukuran sekitar 13 x 13 meter.
Bangunan candi tersebut diperkirakan memiliki arah hadap ke barat. Di bagian tengah struktur terdapat sumuran berukuran sekitar 2,5 x 2,5 meter, meski kedalamannya belum diketahui.
Selain arca Durga, sejumlah tinggalan lain juga telah ditemukan di kawasan situs, antara lain fragmen yoni, fragmen arca Agastya, umpak batu, serta mata uang VOC abad ke-19.
Penemuan terbaru ini membuka tambahan informasi mengenai situs Candi Plembutan. Yakni sebagai bagian penting upaya untuk mengungkap kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat masa lalu di Gunungkidul.
