Uniknya Festival Nikep, Tradisi Tangkap Ikan Warisan Suku Dayak

2 Min Read
Mass of workers wading in muddy field, harvesting shellfish using baskets as spectators watch from the bank
Kemeriahan Festival Nikep di Desa Lalap, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Pemkab Barito Timur)

Mabur.co — Suku Dayak di Kalimantan memiliki beragam tradisi unik yang hingga kini masih terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Salah satunya adalah tradisi menangkap ikan secara tradisional atau disebut Nikep. Tradisi inilah yang kemudian diangkat dalam Festival Nikep IV Tahun 2026, akhir pekan ini.

Warisan Dayak Maanyan

Berlokasi di Desa Lalap, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, tradisi ini rutin digelar setiap tahun sebagai upaya menjaga warisan masyarakat Dayak Maanyan.

Dikutip dari Berita Kalteng, Minggu (30/8/2026), Festival Nikep dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur Misnohartaku yang mewakili Bupati Barito Timur, M Yamin.

Dalam sambutannya, Misnohartaku mengapresiasi Pemerintah Desa Lalap yang konsisten menggelar Festival Nikep setiap tahun.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mempertahankan adat, seni, budaya dan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.

“Festival Nikep bukan hanya sekadar kegiatan hiburan dan perayaan masyarakat. Lebih dari itu, festival ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya kita bersama dalam melestarikan adat dan istiadat, seni, budaya, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur,” katanya.

Anyaman Rotan

Nikep sendiri merupakan tradisi menangkap ikan secara tradisional yang dilakukan masyarakat Dayak Maanyan dengan menggunakan alat sederhana berupa anyaman rotan bernama ansiding.

Tradisi ini biasanya dilakukan di perairan setempat saat musim kemarau. Bagi masyarakat Dayak, Nikep bukan hanya sekadar kegiatan mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan, gotong royong serta hubungan harmonis masyarakat dengan alam dan lingkungan.

Lewat Festival Nikep inilah, tradisi menangkap ikan yang selama beratus-ratus tahun dilakukan Suku Dayak Maanyan itu coba diperkenalkan kembali, terutama kepada generasi muda.

“Jangan sampai generasi kita hanya menjadi penonton terhadap kebudayaannya sendiri,” ujar Misnohartaku.

Daya Tarik Wisata Unggulan

Pemerintah Kabupaten Barito Timur berharap, selain dapat memperkenalkan budaya lokal masyarakat, kegiatan ini nantinya juga diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Desa Lalap.

Sehingga pada akhirnya akan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar