Erupsi Anak Krakatau, BGN Hentikan Sementara Penyaluran MBG di Wilayah Terdampak

3 Min Read
Woman wearing a hijab and glasses speaks into a handheld microphone on stage during a presentation.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati. (Foto: BGN)

Mabur.co – Dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) lalu kini mulai menyasar ke sejumlah sektor lain. Salah satunya terkait penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah melakukan penyesuaian sementara terhadap operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Seperti di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan juga Bengkulu.

Penyesuaian ini terpaksa dilakukan BGN, menyusul kebijakan pemerintah untuk mengalihkan proses pembelajaran di sekolah. Dari yang awalnya dilaksanakan di sekolah (offline), menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), alias pembelajaran secara online.

Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, seluruh operasional penyaluran MBG di daerah-daerah terdampak untuk saat ini dihentikan, demi mengutamakan keselamatan seluruh peserta didik, yang saat ini dialihkan untuk melakukan proses PJJ.

“Keselamatan peserta didik dan seluruh civitas satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama kami (BGN) dalam penyesuaian operasional MBG. Dan ketika proses pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh, mekanisme pemberian MBG di sekolah juga perlu disesuaikan (dihentikan sementara), agar pelaksanaannya tetap tepat sasaran, aman, dan selaras dengan kebijakan penanganan kondisi darurat,” ” ujar Khairul Hidayati, seperti dilansir dari laman Kompas, Senin (7/9/2026).

Bukan Dihentikan Total

Meskipun saat ini penyaluran MBG di wilayah terdampak sedang dihentikan, namun Hida, panggilan akrabnya, menegaskan bahwa penghentian ini tidak berarti bahwa program MBG juga dihentikan secara menyeluruh.

Hida mengatakan bahwa penghentian ini hanya bersifat sementara, sambil menunggu perkembangan terbaru di masing-masing wilayah, serta menunggu koordinasi lebih lanjut dari Pemda setempat.

“Saya tegaskan bahwa penghentian ini hanya bersifat sementara, dan mengikuti dinamika kondisi di masing-masing wilayah. BGN akan terus memantau perkembangan terbaru, dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait, agar operasional MBG dapat kembali disesuaikan ketika kondisi sudah cukup membaik,” sambung Hida.

Sejumlah daerah terdampak diketahui telah menerapkan PJJ mulai hari Senin ini (7/9/2026), imbas dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah menyebar luas ke beberapa titik.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 33 Tahun 2019, serta Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 1 Tahun 2026, telah menyatakan bahwa situasi tidak terduga akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

Meski proses pembelajaran dialihkan secara daring (dalam jaringan), namun seluruh civitas satuan pendidikan tetap diimbau untuk menaati prinsip keselamatan dan kesiapsiagaan di tempatnya masing-masing, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama berlangsungnya proses PJJ, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar