Mabur.co – Kenduren, sering disebut juga kenduri, upacara adat satu ini adalah salah satu acara adat yang diadakan sebagai perwujudan dari rasa syukur kepada Tuhan, atas terkabulnya doa dan harapan.
Meskipun kenduren sebenarnya sangat banyak macamnya, namun secara garis besar kenduren adalah adat istiadat untuk bersyukur.
Pada acara kenduren weton, seperti namanya “weton” yang berarti keluar, digunakan untuk acara bersyukur hari kelahiran atau weton kelahiran.
Ada juga yang disebut dengan kenduri sa’ban dan kenduri ba’dan. Kenduri sa’ban yang juga disebut kenduri munggahan itu digunakan untuk menaikkan para leluhur dengan cara membuatkan acara untuk menghormatinya dengan memberikan sesajen dan segala macam lainnya.
Sedangkan kenduri ba’dan adalah ba’dan dalam bahasa Jawa berarti Lebaran, maka tentu diadakan setelah hari Lebaran.
Paling sering diadakan adalah kenduren ujar. Ini adalah kenduren yang sengaja diadakan dengan tujuan tertentu. Sengaja diadakan untuk mensyukuri suatu hal tertentu.
Misalnya untuk mensyukuri lulus sekolah, mensyukuri selesainya pembangunan suatu rumah, mensyukuri tercapainya impian, dan masih banyak lagi.
Menu Hidangan Wajib
Dalam acara kenduren ujar ini, ada sebuah menu hidangan wajib dan selalu ada pada setiap pelaksanaan acara. Yaitu adalah ingkung ayam. Inilah menu khas yang ditunggu-tunggu oleh para hadirin yang datang pada acara kenduri tersebut.
Biasanya para hadirin akan mendapatkan kardus yang berisi nasi beserta lauk pauk, sayur dan kerupuk, serta tak ketinggalan potongan ayam dari ingkung ayam tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (11/9/2026), kenduren di setiap daerah belum tentu sama. Memang hampir sama, tapi pasti ada satu atau dua bagian dalam acara tersebut yang berbeda.
Meskipun secara garis besar tetap sama, yaitu dengan dipimpin oleh seseorang yang dituakan atau yang paling dihormati di daerah itu.
Untuk memberi pencerahan dan memanjatkan doa serta puji syukur atas terlaksananya acara tersebut. Juga telah terwujudnya impian dari maksud diadakannya acara kenduren ujar tersebut.
Sering juga diisi dengan pengajian dan nyanyian lagu adat serta lagu rohani untuk memeriahkan acara tersebut.
Ada juga kenduri muludan, kenduri yang diadakan pada bulan Maulid. Diadakan untuk memperingati suatu tanggal di bulan Maulid.
Acara ini diadakan dengan membawa masakan dari rumah masing-masing. Kemudian akan dibawa berkumpul pada suatu tempat.
Biasanya, mereka akan berkumpul di rumah sesepuh di daerah itu. Pada acara kenduri muludan ini bukan ingkung ayam lagi yang hadir, namun masakan gulai kambinglah yang akan disediakan.
Biasanya warga akan menyembelih seekor kambing jantan, entah itu dilakukan bersama-sama maupun hanya satu keluarga.
Memang sangat banyak acara kendurian seperti itu. Namun secara garis besar semua sama, yaitu mengadakan acara tersebut untuk bersyukur.
Kenduren memang diadakan hanya dengan mengundang para tetangga sebelah. Untuk berdoa bersama dan bersyukur.
Kenduren biasanya juga dihadiri oleh para lelaki dewasa khususnya yang telah berumah tangga. Biasanya bila pemilik acara beragama Muslim, maka kenduren akan berisi dengan pengajian, dan dihidangkan pula makanan-makanan khas yang ada dalam acara kenduren.
Meliputi nasi kuning yang sering dibuat menjadi tumpeng, telur, abon, ayam, sayur dan buah pisang. Tentu yang sangat khas dalam acara kenduren yakni hidangannya.
Meski hidangannya tak semewah seperti acara-acara adat lainnya, namun inilah perwujudan rasa syukur yang dimaksudkan oleh acara kenduren itu sendiri.
Acara kenduren kini mulai jarang dilakukan oleh orang Jawa sendiri. Hanya orang tertentu yang mau untuk mengadakannya. Karena seiring berjalannya pergantian zaman, semakin jarang orang yang juga peduli terhadap adat istiadat yang ada dan dilakukan oleh para nenek moyang dahulu.
Bagi orang Jawa sendiri acara seperti ini sangat lumrah dilakoni. Marak digelar di banyak desa. ***
