Enam Komunitas Pegiat Sejarah Ikuti Internalisasi Nilai Sejarah Peradaban Mataram Kuno Dinas Kebudayaan Sleman

2 Min Read
Group of people in matching light-colored shirts posing on stone steps outdoors, holding a large banner for a group event under a sunny sky.
Sebanyak 28 peserta yang merupakan perwakilan dari enam komunitas lokal, yakni Historia 24249, Paguyuban Pegiat Sejarah Kepolisian Yogyakarta, Jogjakarta 45, MGMP Sejarah, MGMP IPS, serta Sembada Muda Historia, mengikuti kegiatan Internalisasi Sejarah #4 Jejak Peradaban Mataram Kuno yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Sebanyak 28 peserta yang merupakan perwakilan dari enam komunitas lokal, yakni Historia 24249, Paguyuban Pegiat Sejarah Kepolisian Yogyakarta, Jogjakarta 45, MGMP Sejarah, MGMP IPS, serta Sembada Muda Historia, mengikuti kegiatan Internalisasi Sejarah #4 Jejak Peradaban Mataram Kuno yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Rabu (23/9/2026).

Empat Lokasi

Kabid Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman, Joko Dwiharyadi mengatakan, kegiatan Dinas Kebudayaan Sleman itu melanjutkan kegiatan internalisasi nilai-nilai sejarah bagi komunitas minggu lalu.

“Pada hari ini kita mengadakan kunjungan ke empat lokasi, yakni Candi Palgading, Candi Gebang, Candi Kedulan, dan Candi Sari,” ucapnya.

Man wearing a wide-brimmed hat and glasses posing in a sunny garden with a stone shrine in the background, logo visible on his shirt.
Kabid Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman, Dinas Kebudayaan Sleman, Joko Dwiharyadi. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Menurut Joko, dipilihnya sejumlah candi tersebut memang ada nilai-nilai sejarah yang diemban.

“Para peserta bisa mengetahui sejarah peradaban Mataram Kuno yang ada di Yogyakarta. Saya berharap masyarakat secara umum, khususnya pemerhati sejarah, bisa menambah pengetahuan. Sekaligus juga nanti ke depan, dari peserta ini juga bisa memberi pembelajaran.

Memberi wawasan kepada masyarakat secara umum sehingga apabila menemukan peninggalan-peninggalan bersejarah agar segera melaporkan,” ucapnya.

Meresapi Nilai Luhur Peradaban Jawa Kuno

Salah satu peserta, Siska, mengatakan, dalam mengikuti kegiatan ini, menjadi bisa memahami dan meresapi nilai-nilai luhur peradaban Hindu-Buddha di Jawa Kuno.

Menjadi bernilai inspiratif agar dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini. Kita pun menjadi bisa memahami kehidupan antara pemeluk Hindu dan Buddha pada masa Dinasti Sanjaya dan Syailendra yang mengajarkan pentingnya hidup berdampingan secara damai,” ucapnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar