Mabur.co – Sebanyak 28 peserta yang merupakan perwakilan dari enam komunitas lokal, yakni Historia 24249, Paguyuban Pegiat Sejarah Kepolisian Yogyakarta, Jogjakarta 45, MGMP Sejarah, MGMP IPS, serta Sembada Muda Historia, mengikuti kegiatan Internalisasi Sejarah #4 Jejak Peradaban Mataram Kuno yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Rabu (23/9/2026).
Empat Lokasi
Kabid Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman, Joko Dwiharyadi mengatakan, kegiatan Dinas Kebudayaan Sleman itu melanjutkan kegiatan internalisasi nilai-nilai sejarah bagi komunitas minggu lalu.
“Pada hari ini kita mengadakan kunjungan ke empat lokasi, yakni Candi Palgading, Candi Gebang, Candi Kedulan, dan Candi Sari,” ucapnya.

Menurut Joko, dipilihnya sejumlah candi tersebut memang ada nilai-nilai sejarah yang diemban.
“Para peserta bisa mengetahui sejarah peradaban Mataram Kuno yang ada di Yogyakarta. Saya berharap masyarakat secara umum, khususnya pemerhati sejarah, bisa menambah pengetahuan. Sekaligus juga nanti ke depan, dari peserta ini juga bisa memberi pembelajaran.
Memberi wawasan kepada masyarakat secara umum sehingga apabila menemukan peninggalan-peninggalan bersejarah agar segera melaporkan,” ucapnya.
Meresapi Nilai Luhur Peradaban Jawa Kuno
Salah satu peserta, Siska, mengatakan, dalam mengikuti kegiatan ini, menjadi bisa memahami dan meresapi nilai-nilai luhur peradaban Hindu-Buddha di Jawa Kuno.
Menjadi bernilai inspiratif agar dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini. Kita pun menjadi bisa memahami kehidupan antara pemeluk Hindu dan Buddha pada masa Dinasti Sanjaya dan Syailendra yang mengajarkan pentingnya hidup berdampingan secara damai,” ucapnya.
