Edukasi Kasus Perundungan, Siswa SD Sapen Kota Yogyakarta Ciptakan Permainan “Becik”

4 Min Read
Three students sit indoors: a girl in a white hijab speaks into a microphone, flanked by a woman in a black hijab and a boy holding a boxed board game.
Lintang Sari Wardana dari SD Sapen Kota Yogyakarta (tengah) saat memperkenalkan board game Becik. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Jelajah Semesta Boardgametopia 2026 di Yogya adalah kegiatan pengenalan permainan papan (board game) sebagai media edukasi interaktif dengan melibatkan ratusan pemain yang diselenggarakan setiap tahun.

Jelajah Semesta Boardgametopia 2026 menjadi acara yang paling ditunggu para pegiat dan pemain board game di Indonesia.

Ruang Bertemu Pegiat Board Game

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi pegiat board game, komunitas pendidikan, dan pelaku industri untuk memperluas pemanfaatan permainan papan dalam berbagai bidang.

Sebuah acara yang bertujuan mempererat hubungan antar-keluarga. Lewat komunikasi bermain game di atas meja bermain, berpikir, dan berstrategi.

Group of children in uniforms playing a board game at a wooden table while adults supervise nearby in a bright room.
Board game atau permainan papan sebagai media belajar yang dapat menghadirkan pengalaman pembelajaran interaktif dan menyenangkan. (Foto: Setiaky A Kusuma)


Founder Yayasan Koneksi Hati Indonesia, Dwi Retno Utami, M.B.A, menuturkan, antusiasme peserta dari dalam dan luar kota Yogyakarta cukup tinggi, rencananya akan diadakan pada 5 Desember 2026.

“Tujuan mengadakan acara ini adalah menguatkan hubungan antara anggota keluarga. Antara ayah, ibu dan anak-anaknya. Board game dapat mengurangi ketergantungan anak pada gadget, merekatkan komunikasi antar-anggota keluarga.

Selain itu, sudah banyak variasi permainan board game dari dalam dan luar negeri yang melatih kemampuan berpikir pemainnya,” ujarnya saat ditemui di Minomartani, Ngaglik, Sleman, Selasa (27/10/2026).

Bangkitkan Cara Berpikir Kognitif

Pembina sekaligus pengajar edukasi board game di Yogyakarta, Dr. Muhammad Abdurrahman, Sp.B mengatakan, permainan ini dapat membangkitkan cara berpikir kognitif bagi pemainnya.

Kognitif adalah seluruh aktivitas mental yang berkaitan dengan proses berpikir, memahami, mengingat, mengolah informasi, dan memecahkan masalah.

“Kami telah melakukan uji coba kepada para pelajar dan anak-anak kami sendiri. Melatih mereka bermain board game dapat meningkatkan kecerdasan akademis. Otak mereka menjadi terlatih untuk berpikir memecahkan masalah dan mencari solusi untuk setiap persoalan,” terangnya.

Board Game “Becik” dan Anti-Perundungan

Sementara itu, board game “Becik” yang dibuat 5 siswa SD Muhammadiyah Sapen Kota Yogyakarta, yakni Arkatama Shifan Winatra, Lintang Sari Wardana, Nabil Alfarizqi, Elmyra Shanum Prasia, dan Cakra Kalani Al Ghifari, merupakan ekspresi keresahan mereka.

Khususnya ketika melihat kasus perundungan pada rekan-rekannya. Karya ini memenangkan Medali Emas dalam kategori Social Science, Environmental Protection, and Agriculture dan penghargaan Best Prize for The Most Creative Idea pada ajang International Young Inventors Award (IYIA) 2026 di Jakarta. 

Lintang Sari Wardana, menuturkan, board game “Becik” adalah papan permainan edukatif yang dirancang untuk mengajari anak-anak sekolah dasar anti-perundungan (anti-bullying), empati, dan penyelesaian masalah sosial.

“Bullying adalah hal yang harus kita lawan. Kita punya ide untuk mengedukasi teman-teman akan bahaya bila membiarkan bullying di sekitar kita,” jelasnya.

Lintang mengatakan pula, membuat bersama game ini selama 3 bulan. Setelah pulang sekolah selalu berkumpul dan mengembangkan cerita dengan konsep board game ini.

“Board game ini juga kami buat dalam versi bahasa Inggris. Saya mencoba menuliskan naskahnya berdasarkan cerita awal dalam bahasa Indonesia,” terangnya.

Perwakilan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APBGI), Rakha Abiyan Saputra, menjelaskan bahwa komunitas board game Indonesia berkembang sangat cepat.

“Kami saat ini di bawah Kementerian Ekonomi Kreatif. Kami juga menjalin kerjasama dengan entitas dalam dan luar negeri. Beberapa anggota kami memenangkan penghargaan dari luar negeri untuk produk board game yang menarik perhatian dunia internasional,” tuturnya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar