Mabur.co – Gunung Tidar di Magelang, Jawa Tengah, merupakan salah satu destinasi wisata religi. Ada sejumlah makam keramat di Gunung Tidar.
Gunung setinggi sekitar 503 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu telah dilengkapi 500 anak tangga sebagai akses menuju puncak. Ada deretan makam keramat yang biasa diziarahi warga di sana.
Kisah Syekh Subakir dan Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah, begitu melegenda di kalangan masyarakat tradisional Jawa.
Cerita rakyat ini dituturkan secara turun-temurun. Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (27/10/2026), Syekh Subakir dikisahkan punya kesaktian mumpuni dan berhasil menumbalkan tanah Jawa dari pengaruh negatif.
Tercatat dalam Babad Tanah Jawi
Kisah Syekh Subakir turut dinukilkan dalam Babad Tanah Jawi, sebuah karya sastra berbahasa Jawa yang berisi sejarah Pulau Jawa.
Syekh Subakir disebut sebagai ulama asal Persia yang diutus oleh Sultan Muhammad I dari Kesultanan Turki Utsmaniyah atau Ottoman ke Pulau Jawa pada 1404 Masehi.
Syekh Subakir memiliki nama asli Maulana Muhammad Al- Baqir. Dikenal sebagai waliyullah yang berhasil menaklukkan Tanah Jawa, ia telah dikenal sebelum masa penyebaran Islam oleh Walisongo.
Syekh Subakir merupakan utusan dari Sultan Muhammad 1 Kekaisaran Ottoman di Turki untuk menyebarluaskan agama Islam.
Ia akhirnya tiba di Tanah Jawa untuk melaksanakan tugas mulia tersebut. Saat itu, ajaran Islam belum tersebar luas karena masyarakat masih kuat memegang budaya dan ajaran Jawa atau lebih dikenal Kejawen.
Perkenalkan Konsep Tauhid
Dalam proses dakwahnya, Syekh Subakir juga memperkenalkan konsep tauhid sebagai pegangan utama umat Islam, menggantikan praktik penyembahan terhadap benda-benda yang sebelumnya menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat setempat.
Dengan keilmuannya yang luas, ia tidak hanya berfokus pada penyebaran agama, tetapi juga memperkenalkan sistem sosial dan nilai-nilai keislaman yang lebih adil dan beradab.
Ia dikenal dengan ilmu gaib yang andal. Tak jarang ia diminta untuk memasang tumbal untuk kawasan angker agar bisa bermanfaat untuk tempat yang baik.
Perjanjian Sabda Palon
Tidak hanya itu, menurut catatan sejarah, Syekh Subakir juga telah berhasil merundingkan perjanjian dengan Raja Jin Gunung Tidar yang dikenal dengan sebutan Sabda Palon.
Isi perjanjian tersebut adalah agar bisa berdakwah atau menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Hal tersebut bisa dilakukan oleh Syekh Subakir dan ulama lainnya. Dengan begitu akan memudahkan para ulama untuk menyebarluaskan ajaran Islam tanpa gangguan bangsa jin dan sejenisnya.
Maka tak heran jika sosok Syekh Subakir menjadi salah satu ulama yang makamnya banyak dikunjungi oleh umat muslim sebagai tempat yang disakralkan untuk berdoa.
Sampai saat ini masih diperingati haul atau hari wafatnya setiap tahun di lokasi makam Magelang. ***
