Mabur.co– Pameran Seni Rupa “Gothak Gathuk Pethuk” karya Ansori Mozaik dan En Roel di Galeri Saptohoedojo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, telah resmi dibuka, Minggu (1/2/2026) malam.
Pameran seni rupa yang merupakan rangkaian Pekan Kebudayaan Saptohoedojo tersebut, dimeriahkan dengan orasi budaya, membedah pemikiran Saptohoedojo. Pembedah yang tampil adalah Dr. Nasir Tamara, DEA (Owner Ndalem Natan Kotagede).
Dr. Nasir Tamara, DEA, mengatakan, orasi kebudayaan yang ia sampaikan adalah perspektif menatap masa depan kebudayaan.
Bagi Nasir Tamara, topik tersebut sangat relevan dilihat dalam konteks perubahan yang luar biasa. Perubahan teknologi, misalnya.
Kalau dulu tidak semua orang bisa melukis, sekarang setiap orang tidak bisa menggambar pun bisa membuat lukisan dengan bantuan Chat Generative Pre-Trained Transformer (Chat GPT) dengan artificial intelligence (AI).
Jika menggunakan program tersebut dapat mengubah seseorang, bisa mengaku sebagai pelukis. Sama juga setiap orang bisa mengaku bahwa dia penulis, dia wartawan.
“Dalam perubahan itu mempunyai dampak kepada para seniman, budayawan. Dampaknya beragam, bisa ekonomi. Dampaknya juga bisa profesi, banyak sekali. Bagaimana kita menghadapi masa depan yang semakin lama semakin AI itu? Makin maju, bisa menggantikan manusia. Mengerjakan apa saja,” ujarnya saat ditemui mabur.co.
Dr. Nasir Tamara, DEA menjelaskan, mengenal Saptohoedojo sebagai seseorang yang visioner. Sangat maju pada zamannya.
Ketika orang lain belum membuat galeri, ia sudah lebih dahulu. Dari tahun 1960-an sudah mempunyai galeri yang dibangun di Yogyakarta. Menjadi tempat tujuan orang-orang datang ke galeri. Saptohoedojo sudah sangat jauh terobosan pemikirannya.
“Karya-karyanya hebat-hebat. Bisa menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia sendiri dan bangsa-bangsa lain di dunia. Mereka bisa belajar dari ketekunan beliau dan fokus beliau pada kesenian, seni rupa. Dia memilih sebuah profesi dan profesi itu dijalankan dengan sungguh-sungguh sampai akhir hidup. Dia tidak mempunyai profesi lain. Tetap pada seni rupa, pada keseniannya, sehingga beliau menjadi seniman yang sangat diperhitungkan,” pungkasnya. ***



