Kalurahan Mandiri Budaya Sriharjo, Perpaduan Desa Budaya, Desa Wisata, Desa Preneur, dan Desa Prima

3 Min Read
Group of people at an awards ceremony; a woman hands a striped certificate to a man as others look on on a stage with a large screen behind them.
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatul Khasanah, S.I.P, saat menerima Surat Keputusan (SK) Kalurahan Mandiri Budaya dari Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T. (Foto: Dok Pribadi)

Mabur.co- Upaya pelestarian budaya di Kabupaten Bantul terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kebudayaan menetapkan Kalurahan Sriharjo, Imogiri, sebagai Kalurahan Mandiri Budaya.

Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatul Khasanah, S.I.P menuturkan, Kalurahan Sriharjo memiliki  empat pilar utama Kalurahan Mandiri Budaya yakni Desa Budaya, Desa Wisata, Desa Preneur, dan Desa Prima.

“Keempat pilar ini diintegrasikan untuk membangun kemandirian ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat desa,” katanya, Sabtu (8/8/2026).

Titik mengatakan, regulasi mandiri budaya ini menjadi media pemberdayaan masyarakat. Masing-masing dusun sudah punya potensi masing-masing.

Manfaat Dana Keistimewaan

“Jadi, kita sebelumnya sudah dapat bantuan keuangan khusus dana keistimewaan. Itu memberikan sekian banyak aset ke Sriharjo. Salah satunya dengan adanya produk mi instan, wisata lembah sorory mojohuro, lumbung mataram, termasuk angkringan dan kafe mataram.

“Untuk dana desa kita sudah punya aset. Apalagi yang di Srikeminut yang sudah mulai berkembang wisatanya. Kita juga punya potensi UMKM, seperti sentra industri peyek, sentra industri kerupuk, olahan pangan lainnya seperti keripik sagu,” ucapnya.

Menurut Titik, ada aset pelestarian permainan tradisional juga. Salah satunya festival kitiran sebagai media promosi destinasi wisata. Ada juga jatilan dan hadrah.

Selain itu juga ada pengobatan tradisional dan tata bangunan. Ada juga tradisi lain yang masih berjalan yakni wiwitan panen, kenduri ageng, saparan, merti dusun.

“Dari semua aset yang kita punya dan potensi yang ada kita ingin mengembangkan itu semua melalui program pengembangan Kalurahan Mandiri Budaya di Sriharjo ini. Untuk mensinergikan potensi empat pilar yang ada. Kemudian kita mengoptimalkan potensi itu semua. Dirumuskan dalam satu bentuk program besar yang tujuannya adalah untuk pemberdayaan masyarakat. Tentu termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jadi, harapannya nanti bisa meningkatkan program perekonomian warga Sriharjo juga,” ungkap Titik.

Paket Wisata Edukasi Budaya

Sejauh ini menurut Titik pula, untuk pengembangan potensi pariwisata ada paket wisata edukasi budaya, living museum, yang akan dijual sebagai aset-aset kebudayaan. Aset empat pilar itulah yang kemudian dikemas menjadi paket wisata.

“Kebiasaan-kebiasaan lokal warga yang ada di situ kita jual. Termasuk juga potensi alam wisatanya. Misalnya ada paket wisata edukasi untuk olahan pangan. Membuat peyek misalnya atau membuat keripik sagu. Atau membuat jamu atau membuat wedang uwuh. Wisatawan bisa melihat secara langsung prosesnya dan bisa praktik membuat mi instan serta mi cup. Berbahan baku tepung singkong atau mocaf. Untuk jatilan nanti kita buat paket wisata juga,” pungkasnya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar