Mabur.co- Puluhan seniman yang tergabung dalam Komunitas Pelukis Titik Nol Jogja mengikuti melukis on the spot Pekan Kebudayaan 101 Tahun Saptohoedojo di Art Gallery Saptohoedojo, Jalan Solo, KM 9, Sleman, Yogyakarta, Minggu (1/2/2026) pagi.
Seniman yang mengikuti kegiatan ini di antaranya Rakhmat, Nanang Widjaya, Djoko Sardjono, Arita Savitri, Mas Mommi, Yaya Maria, Chamit, Didiet Njedit, Pak Susyanto, Mbak Ratih, Raden Raharjo, Ocong, Pratiwi EL, Agoes Dancer, Agus Janti, Tofan Ari Widianto Bagaskara, Widi, Agus Klowor, Kang Soer, Tarman, Kukuh, Agus Katro, Ansori, dan En Roel.
Acara ini menjadi momentum untuk mengenang warisan seni dan perjuangan Saptohoedojo yang dikenal sebagai pelukis, pematung, serta pencipta motif batik.

Salah satu peserta, Djoko Sardjono, mengatakan kegiatan melukis secara on the spot ini dari Komunitas Pelukis Titik Nol Jogja memang rutin diadakan.
Momentum kali ini memang berbarengan dengan ulang tahun Saptohoedojo yang ke-101. Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dengan teman-teman yang tergabung bersama di Pelukis Titik Nol Jogja.
“Seniman senior, Yani Saptohoedojo, sangat peduli dengan kegiatan seniman terutama seni lukis. Dalam mengikuti acara on the spot saya melukis bangunan Art Gallery Saptohoedojo. Saya merupakan seniman lukis aliran impresionisme yang fokus menangkap kesan cahaya dan warna secara spontan. Bukan detail objek,” katanya saat ditemui mabur.co di Art Gallery Saptohoedojo.
Di sisi lain, pembina UMKM Kabupaten Sleman, Sri Woro Nusandari, menyatakan, pihaknya berharap ke depan setiap event bisa melibatkan UMKM sehingga event yang ada semakin ramai.
”Kita sebagai pembina UMKM di Kabupaten Sleman selalu mendukung semua kegiatan yang ada di Yogyakarta,” katanya.
Sri Woro Nusandari memaparkan, Yogyakarta merupakan kota wisata, jika ada event bisa didukung oleh UMKM. Masyarakat bisa melihat event, bisa berbelanja, sehingga membantu perekonomian yang ada di Kabupaten Sleman.
“Keberadaan Art Gallery Saptohoedojo yang posisinya di jalan utama Jalan Solo merupakan jalur wisata. Saya berharap wisatawan bisa berhenti. Bisa melihat dan bisa kembali menghidupkan Art Gallery Saptohoedojo,” pungkasnya. ***



