Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) DIY Resmi Dibentuk, Upaya Merawat Memori Kolektif Bangsa

5 Min Read
Group of people in batik clothing posing on a stage or platform, smiling for a group photo with a projection screen in the background.
Pelantikan pengurus MSI cabang DIY. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) adalah organisasi profesi sejarawan Indonesia yang didirikan di Yogyakarta pada 29 Agustus 1970. MSI bertujuan meningkatkan kemajuan ilmu sejarah dan apresiasi publik terhadap sejarah di Indonesia.

Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia DIY, Prof. Dr. Mutiah Amini, M. Hum, menjelaskan, pelantikan pengurus MSI cabang DIY anggotanya merupakan dosen dari semua perguruan tinggi yang ada di DIY.

Di antaranya ada dari UGM, UNY, UIN, Sanata Dharma, UPY, IKIP PGRI, AKSI dan MGMP yang merupakan kesatuan guru-guru sejarah.

Mereka membentuk organisasi bernama MGMP-AGSI se-DIY dari 5 kabupaten, yaitu Kulon Progo, Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

“Pelantikan pengurus ini pertama kali, sekaligus untuk mengenalkan MSI DIY agar lebih aktif lagi berkegiatan termasuk juga berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan kita,” ucapnya.

Woman in a mustard hijab taking a selfie in a blue, auditorium-style seating area with other passengers in patterned clothing in the background.
Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia DIY, Prof. Dr. Mutiah Amini, M.Hum. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Prof. Mutiah, menjelaskan, pelantikan ini diadakan di museum karena untuk mengenalkan kepada yang lain, mengingatkan kembali koleksi museum yang ada di Vredeburg. Sekaligus mengajak publik untuk berkunjung di museum sebagai bagian rutinitas.

Asyik Berkunjung ke Museum

“Biasanya orang datang ke museum itu menilai museum mahal, seram, tetapi dengan diadakan acara ini, teman-teman bisa berkunjung ke museum dengan asyik. Tidak ada rasa seram yang mereka pikirkan sebelumnya,” ucapnya.

Prof. Mutiah menuturkan, pada hari ini anggota yang dilantik untuk masa anggota 2026-2030 antara lain bagian penasihat, Dr. Sri Margana, M.Hum., M.Phil, Prof. Dr. Dudung Abdurahman, M.Hum, Dr. HY. Agus Murdiyastomo., M.Hum, Prof. Dr. Aman, M.Pd, Dr. Mikke Susanto, M.A, V. Agus Sulistyo, M.A, Dra. Sri Retna Astuti, Dr. Drs. Hajar Pamadhi, M.A (Hons).

Untuk ketua di antaranya Prof. Dr. Mutiah Amini, M.Hum, Wakil I: Dr. Rhoma Dwi Aria Yuliantri, M.Pd, Wakil II: Dr. Baha’Uddin, M.Hum, Sekretaris: Septian Teguh Wijiyanto, M. Pd, Wakil Sekretaris: Fatiyah, M.A, Bendahara: Dr. Ririn Darini, M.Hum, Wakil Bendahara: Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum.

Untuk koordinator Komisariat PT MGMP-AGSI Kabupaten, Kota dan Komunitas terdiri dari Dr. Julianto Ibrahim, M.Hum, Soeprastiyono Nugroho, M.Pd.I, Perwakilan MGMP-AGSI Kabupaten Kota, Mukhtar, M.Pd. (Kota Yogyakarta), Siti King Harta Lestari, M.Pd. (Kota Yogyakarta), Lulus Anggoro Resti Nuryefi, S.Pd (Kota Yogyakarta), Rendy, S.Pd. (Kab. Bantul), Eko Nur Rohman, S.Pd. (Kab. Bantul), Eko Puji Raharjo (Kab. Sleman), Jordan Andi Kumoro, S.Pd. (Kab. Sleman), Ambar Rahmanto (Kab. Gunung Kidul), Yulianti, S.Pd. (Kab. Gunung Kidul), Triyani, S.Pd. (Kab. Kulon Progo), Dian Aristia Muhammad, S.Pd. (Kab. Kulon Progo).

Perwakilan komunitas antara lain, Wahjudi Djaja, M.Pd, Pandji Saputra, S. Pd, Erwin Djunaidi, S.S, Eko Isdianto, S.Sos, R. Rahadi Saptata Abra.

Bidang Koordinator Bidang Humas, Nanang Setiawan, M.A, Drs. Yudah Prakoso, M.A., Drs. Silverio Raden Lilik Aji Sampurno, M.Hum, Florentinus Galih Adi Utama, M.A, Mariman Hadi, M.Pd,  Endah Tri Susanti, S.Pd.

Bidang Penelitian dan Seminar, Prof. Dr. Badrun, S. Ag., M. Si, Wahyu Pambudi, M.Pd, Dr. Ahmad Athoillah, M.A, Riswinarno, M.M,  Dra. Yustina Hastrini Nurwanti,  Theresia Sri Suharini, S.S, Winarni, S.S., M.A,  Drs. Nur Hendro Nugroho, Muhammad Fatih Abdulbari, M.A,  Wening Pamujiasih, M.A.

Bidang Pendidikan di antaranya Bayu Ananto Wibowo, M.Pd, Fahruddin, M.Pd, Sariyana, M.Pd, Agus Tony Widodo, S.Pd, Sumpono, M.Pd, Nurul Yuliani, M.Pd.

Sementara itu, Bidang Dokumentasi dan Publikasi, Muhammad Faruq Jabbar Baihaqie, M.Pd, Siti Mahmudah Nur Fauziah, S. Sej, Moh. Masruhan, M.A, Eko Sujarwanto, S.Pd, Ahmad Faisol, S. Sej,  Luky Fidiantoro, S.Pd.

“Semua pengurus yang dilantik nanti bertugas mengelola semua kegiatan yang berkaitan dengan merawat memori kolektif bangsa. Jadi mengenalkan kalau biasanya ada diskusi rutin untuk pengayaan, pengetahuan, upgrading, pengetahuan tentang kesejarahan.

Misalnya ada dosen yang kemudian bercerita atau mungkin komunitas menemukan apa yang kemudian bisa bercerita. Jadi tempat untuk srawung bersama, berkawan bersama, untuk mengenalkan bahwa merawat sejarah itu penting, merawat memori kolektif penting,” ucapnya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar