Empat Candi di Yogya-Jateng Disiapkan Jadi Pusat Ritual Keagamaan Tingkat Dunia

4 Min Read
Group of Balinese people in white and colorful sarongs walk in a temple procession beside ancient stone towers.
Upacara keagamaan Tawur Agung Kesanga di kompleks Candi Prambanan. (Foto: PT Taman Wisata Candi)

Mabur.co – Selain sebagai destinasi wisata dan peninggalan bersejarah, empat candi di DIY dan Jawa Tengah juga akan disiapkan sebagai pusat ritual keagamaan dan spiritual bagi umat Hindu dan Buddha dari Indonesia maupun dunia.

Keempat candi itu adalah Candi Prambanan di DIY serta Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon di Jawa Tengah. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui pembaruan nota kesepahaman yang melibatkan Kementerian Pariwisata, Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan hingga pemerintah daerah setempat, Kamis (17/9/2026).

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata, Candi Prambanan nantinya akan diarahkan sebagai tempat peribadatan umat Hindu. Sementara Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon sebagai ruang peribadatan umat Buddha.

Keempatnya juga akan dikembangkan sebagai pusat Tirtha Yatra bagi umat Hindu dan Dharmayatra bagi umat Buddha.

Tirtha Yatra merupakan perjalanan spiritual umat Hindu ke tempat-tempat suci. Sementara Dharmayatra merupakan perjalanan umat Buddha ke tempat yang memiliki nilai penting dalam sejarah dan ajaran Buddha.

Dengan konsep tersebut, kawasan candi tidak hanya menjadi tempat yang didatangi wisatawan untuk melihat bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk menjalankan ritual keagamaan dan perjalanan spiritual.

Upacara Keagamaan di Sejumlah Candi Meningkat 

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan, pemanfaatan kawasan candi untuk kegiatan keagamaan selama ini terus menunjukkan tren peningkatan.

Di Candi Prambanan, misalnya, Upacara Tawur Agung Kesanga pada 2024 diperkirakan diikuti sekitar 10.000 umat. Kawasan tersebut juga digunakan untuk Saka Yoga Festival ke-8 yang melibatkan lebih dari 500 peserta.

Sementara itu, kegiatan keagamaan Buddha di Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon pada 2025 diikuti 33.556 peserta, termasuk umat dari luar negeri. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 24.894 peserta.

“Ke depan kami ingin Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon tidak hanya menjadi destinasi yang dikunjungi, tetapi menjadi pusat spiritualitas dunia, tempat umat beribadah dengan khidmat. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian,” ujar Nasaruddin.

Selain kegiatan peribadatan, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan wisata religi, kebudayaan dan keagamaan, riset serta inovasi bidang agama, sejarah, seni dan budaya.

Pemerintah juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat lokal agar aktivitas keagamaan dan pariwisata di kawasan candi memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan candi tidak semata-mata merupakan bangunan peninggalan masa lalu. Menurut dia, kawasan tersebut mengandung nilai keagamaan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, akhlak, dan peradaban.

Karena itu, kawasan candi diharapkan menjadi ruang pertemuan antara kegiatan keagamaan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, pariwisata, dan perekonomian masyarakat.

“Oleh karena itu, kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar seluruh umat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Wisatawan dapat menikmati warisan sejarah dan warisan budaya dengan pengalaman yang penuh makna, sementara masyarakat sekitar, ekonomi daerah, bahkan ekonomi nasional dapat tumbuh,” kata Pratikno.

Melalui kesepakatan terbaru ini, empat candi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta diarahkan memiliki fungsi yang lebih luas, yakni sebagai ruang ibadah, pusat perjalanan spiritual, tempat pembelajaran peradaban, sekaligus destinasi wisata religi.

Pemerintah menargetkan pemanfaatan tersebut dapat memperkuat posisi warisan budaya Indonesia di tingkat dunia, dengan tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas keagamaan, pariwisata dan pelestarian cagar budaya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar