Mengapa Setiap Masjid Perlu Memiliki Komunitas Remaja Masjid?

4 Min Read
Ilustrasi. Remaja masjid saat melakukan rapat koordinasi sebelum melaksanakan sebuah kegiatan. (Foto: Website Kalurahan Wirokerten)

Mabur.co – Selama ini kita sering mendengar bahwa sebuah masjid diurus atau dikelola oleh takmir masjid, yang terdiri dari bapak-bapak kompleks sekitaran masjid tersebut, dengan tugas utama yakni merawat masjid sedemikian rupa, agar bisa digunakan oleh banyak orang setiap harinya.

Namun, napas kehidupan sebuah masjid tidak hanya ditentukan oleh pengurus takmir saja, melainkan juga ditentukan oleh keterlibatan anak-anak muda di dalamnya.

Anak-anak muda ini mungkin tidak sepenuhnya dilibatkan dalam kepengurusan takmir, namun lebih mengerucut dan membentuk komunitas sendiri yang sesuai dengan kelompok usianya. Komunitas ini kerap diberi nama “Remaja Masjid”.

Dilansir dari jurnal laman UIN Alauddin Makassar, Senin (22/6/2026), komunitas remaja masjid pertama kali lahir pada tahun 1970-an, ketika masyarakat dari berbagai daerah mulai terdorong untuk memiliki semangat santrinisasi ala pondok pesantren, meningkatkan kesadaran ukhuwah Islamiyah, dan memunculkan gerakan Back to Mosque (kembali ke masjid) bagi kaum muda.

Organisasi semacam ini lambat laun tumbuh menjadi sebuah penggerak sesama generasi muda, agar lebih banyak meluangkan waktu ke masjid, baik itu untuk salat lima waktu, mengikuti kegiatan berbuka puasa (saat bulan Ramadan), rutin menyumbangkan infak, melantunkan azan/iqamah, dan ikut gotong royong atau kerja bakti membersihkan masjid, dan masih banyak lagi.

Dengan begitu, tentu saja masjid tetap bisa hidup oleh anak-anak muda yang turut berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan.

Karena selama ini, masjid hanya diisi oleh orang-orang tua atau sesepuh, yang telah merasa terpanggil untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas ibadahnya.

Masih sangat sedikit anak muda yang bersedia mengurus masjid secara berkala, jika tidak memiliki kecintaan terhadap rumah Allah yang satu ini.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang turut melatarbelakangi pentingnya kehadiran remaja masjid di setiap masjid, terutama masjid yang berlokasi di pemukiman atau daerah-daerah terpencil.

Pembinaan Karakter dan Akhlak

Secara tidak langsung, pembentukan remaja masjid juga berperan sebagai benteng bagi generasi muda dari ancaman degradasi moral, dengan mengendepankan pendekatan ilmu agama, kepemudaan, dan kegiatan sosial di kawasan rumah ibadah.

Generasi Penerus Pengelola (Takmir) Masjid

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, komunitas remaja masjid adalah cikal bakal terbentuknya takmir masjid di masa depan. Karena mereka sudah dibekali ilmu, pengalaman, dan kesempatan yang sangat berharga, untuk melindungi rumah ibadah umat muslim sejak usia muda.

Wadah Menuangkan Kreativitas Positif

Remaja masjid juga bisa menjadi sarana yang baik untuk menyalurkan semangat dan energi remaja ke dalam kegiatan yang produktif, seperti mengikuti kajian Islam, acara peringatan hari besar Islam (PHBI), dan aksi sosial tertentu.

Selain terlibat dalam berbagai kegiatan positif, anak-anak muda juga bisa belajar mengenai sikap empati, peduli terhadap sesama, dan mendahulukan kepentingan kelompok ketimbang individu.

Mengoptimalkan Fungsi Sosial Masjid

Sebagaimana dicontohkan pada zaman Rasulullah, masjid bukan sekadar tempat ibadah. Dengan adanya Remas, masjid dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

***

Meskipun banyak nilai positif yang terkandung dalam pembentukan remaja masjid, namun organisasi atau komunitas yang satu ini bukannya tidak mempunyai tantangan sama sekali. Dengan dinamika anak-anak muda yang begitu kompleks, khususnya di zaman yang serba canggih seperti saat ini, tentu saja mengelola remaja masjid juga tidak kalah rumit, ketimbang mengelola masjid itu sendiri.

Karena mengelola anak-anak muda secara kolektif akan sangat sulit sekaligus menantang, jika tidak ada kesadaran sama sekali dari anak muda itu sendiri, untuk mulai membiasakan diri dalam menghidupi masjid setiap harinya, tanpa perlu diminta atau diperintah oleh siapapun. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment