Pengelolaan MBG Sulit Diperbaiki, Masyarakat Sipil Mulai Serukan Pemberhentian Total

3 Min Read
Man speaking into a handheld microphone during a panel discussion, with another man looking down beside him in a bright room
Direktur Kebijakan Publik CELIOS, MEdia Wahyudi Askar (Foto: kanal YouTube Caksana Institute)

Mabur.co – Carut marut yang terjadi akibat program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), setidaknya dalam 2 tahun terakhir ini, mulai mendorong berbagai elemen masyarakat sipil untuk bergerak secara kolektif, guna mengumpulkan kekuatan agar mampu menghentikan program ini secara total.

Dalam berbagai kesempatan, banyak pihak mempersoalkan tata kelola dari MBG, mulai dari maraknya kasus keracunan, makanan yang kurang higienis (karena telah disiapkan dari malam hari sebelumnya), kurangnya keterlibatan masyarakat setempat, penyelewengan anggaran yang berujung korupsi, sekaligus ketimpangan nasib dengan para pelaku pendidikan (guru dan sebagainya).

Namun sayangnya, hingga 1,5 tahun lebih pelaksanaan MBG sampai saat ini, seluruh aspek tata kelola tersebut masih terus mengalami masalah dari waktu ke waktu.

Bahkan, masalah baru juga terus bermunculan dari program yang satu ini, sementara masalah lama (terkait tata kelola dan seterusnya) masih belum sepenuhnya dibereskan, dan lain sebagainya.

Seluruh akumulasi peristiwa tersebut membuat Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, menilai bahwa MBG sudah tidak dapat diperbaiki lagi dalam aspek apapun. Karena nyatanya, program ini memang tidak pernah beres sejak awal peluncurannya pada Januari 2025 lalu, dan cenderung lebih banyak menghasilkan mudharat ketimbang manfaat bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan.

“Awalnya saya masih khusnudzon bahwa MBG ini bisa diperbaiki tata kelolanya sedemikian rupa. Setidaknya bisa terdesentralisasi pengelolaannya oleh sekolah dan komunitas di wilayah masing-masing. Tapi belakangan kami di MBG Watch (lembaga bentukan CELIOS untuk mengawasi pelaksanaan program MBG) juga ribut di dalam. Sebagian (anggota MBG Watch) itu penginnya konstruktif (MBG masih punya harapan untuk diperbaiki), sebagian lagi udah jelas pengin MBG ini dihentikan total,” ucap Media Wahyudi Askar, seperti dilansir dari kanal YouTube Caksana Institute, beberapa waktu lalu.

Mustahil Dihentikan Total

Meski demikian, Media tetap menyadari bahwa pemerintah tidak akan bersedia untuk menghentikan program ini sepenuhnya, mengingat program ini sudah berjalan cukup lama, dan melibatkan banyak pihak yang saling berkepentingan satu sama lain.

“Tapi memang repotnya ketika dikomunikasikan ke pemerintah, jika itu distop total sepertinya 100% mustahil. Karena program ini sudah berjalan cukup lama dan melibatkan banyak sekali pihak, yang sayangnya memang lebih mengarah ke rente, ketimbang kebermanfaatan untuk anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat,” tambah Media.

Media dan kawan-kawan di MBG Watch pun saat ini tengah menyusun rencana, agar dapat menghentikan program MBG seutuhnya, tanpa harus merugikan pihak manapun.

Salah satunya adalah dengan membuat pemerintah semakin malu dengan kebijakannya sendiri, sehingga mereka mau tidak mau harus menghentikan MBG secara total, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar