Petani Kudus Temukan Fosil Hewan Prasejarah, Gajah Purba 500.000 Tahun Silam

3 Min Read
Archaeologists excavating a rocky trench with exposed stones and brick walls in an outdoor site.
Proses eskavasi temuan gajah purba berjenis Elephas diperkirakan berusia 500.000 tahun silam di kawasan Perbukitan Patiayam, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Foto: B-Universe/ Jamaah Rizki via Investor.id)

Mabur.co – Penemuan fosil hewan purba dari masa prasejarah kembali gegerkan warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. 

Kali ini, sebuah fragmen tulang berukuran besar ditemukan oleh seorang petani di tepian Sungai Piji, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, saat sedang mencari rumput.

Dilansir Detik.com, Kamis (6/8/2026), fosil tersebut pertama kali ditemukan Sugeng (46), warga Desa Honggosoco, pada Senin (3/8/2026) lalu. 

Ia mengaku, melihat benda yang diduga fosil itu muncul dari dalam tanah di tepi sungai. Ia pun langsung menghubungi tim peneliti BRIN yang saat itu sedang melakukan penelitian di kawasan Situs Purbakala Patiayam.

Tertanam di Tanah

Tim peneliti kemudian mendatangi lokasi dan melakukan eskavasi untuk mengangkat fosil yang masih tertanam di dalam tanah.

Berdasarkan identifikasi awal, peneliti BRIN, Bagas, menjelaskan bahwa temuan tersebut merupakan fragmen ruas tulang belakang (vertebra) milik hewan purba berukuran besar. Namun hingga kini jenis hewan tersebut masih dalam proses kajian.

“Diduga berasal dari kelompok gajah purba (Elephas) atau rusa berukuran besar. Kepastiannya masih menunggu analisis lebih lanjut oleh ahli paleontologi,” ujarnya.

Fragmen fosil itu kini telah diamankan untuk menjalani penelitian laboratorium guna mengetahui spesies, usia, hingga kondisi geologisnya.

Penemuan terbaru ini menambah panjang daftar temuan fosil di kawasan Patiayam yang selama ini memang dikenal sebagai salah satu situs prasejarah terpenting di Pulau Jawa.

Dilansir Investor.id, BRIN saat ini juga tengah melakukan eskavasi besar-besaran di Situs Ngasingan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, yang masih berada dalam kawasan Patiayam. 

Penggalian tersebut difokuskan untuk mencari fosil gajah purba jenis Elephas yang diperkirakan hidup sekitar 500.000 tahun lalu.

Penggalian Tahun Ketiga

Peneliti BRIN bersama Center for Prehistory and Austronesian Studies (CPAS) Indonesia, Retno Ayunindya, mengatakan penggalian di Situs Ngasingan telah memasuki tahun ketiga. 

Lokasi tersebut dipilih karena memiliki lapisan geologi yang mampu menyimpan fosil dalam kondisi relatif utuh.

Selain memperkaya data ilmiah mengenai kehidupan purba di Jawa, hasil penelitian tersebut juga akan menjadi dasar pengembangan kawasan Patiayam sebagai pusat penelitian, edukasi, dan wisata sejarah.

Pemerintah daerah bersama BRIN bahkan telah merencanakan pembangunan museum situs purbakala untuk menyimpan sekaligus memamerkan berbagai temuan fosil dari kawasan tersebut.

Situs Purbakala Patiayam sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu kawasan paleontologi penting di Indonesia, sejajar dengan Situs Sangiran di Sragen dan Trinil di Ngawi. 

Endapan vulkanik dan fluvial berusia ratusan ribu tahun yang tersimpan di kawasan ini menjadi saksi kehidupan berbagai satwa purba, termasuk gajah purba, serta manusia purba Homo erectus pada masa Pleistosen.

Penemuan terbaru di Desa Honggosoco semakin memperkuat dugaan bahwa kawasan Patiayam masih menyimpan banyak jejak kehidupan purba yang belum terungkap. 

Para peneliti pun berharap penelitian lanjutan ini pun dapat membuka informasi baru mengenai sejarah evolusi satwa dan lingkungan di Pulau Jawa sejak ratusan ribu tahun silam.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar