Mabur.co – Fenomena unik terjadi di kawah Gunung Krakatau pasca-erupsi beberapa waktu lalu. Nampak sebuah pemandangan mirip telur ceplok terlihat tepat di atas kawah.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, dari kejauhan, bagian kawah tampak memiliki genangan dengan 2 warna yang berbeda.
Bagian tengah kawah nampak terlihat menguning sementara di luar terlihat berwarna putih. Perpaduan warna itu pun nampak menyerupai kuning dan putih telur yang diceplok.
Fenomena unik yang terekam kamera drone ini pun langsung viral di media sosial dan menjadi perhatian warganet. Tak sedikit warganet terheran-heran hingga membuat berbagai komentar lucu.
Selain heran dan kagum tak sedikit warganet juga mempertanyakan penyebab fenomena unik tersebut. Sebagian dari mereka bahkan mengaitkan fenomena itu dengan hal atau benda asing.
Sementara itu sejumlah ahli menyebut fenomena telur ceplok itu merupakan sesuatu yang lumrah terjadi.
Genangan Air yang Tercampur Gas Belerang
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, menjelaskan, fenomena kawah yang menyerupai telur ceplok itu merupakan genangan air yang tercampur gas belerang.
“Iya itu kawah Gunung Anak Krakatau, jadi itu adalah air yang terkontaminasi dengan gas belerang,” kata Suwarno, Jumat (18/9/2026) sebagaimana dilansir Detik.com.
Menurutnya, kondisi seperti itu tidak selalu ditemukan di setiap gunung api. Di Gunung Anak Krakatau, genangan air di area kawah mengalami kontaminasi belerang dan material dari dinding kawah sehingga menghasilkan warna yang tampak berbeda.
“Tidak semuanya, kalau belerang semua gunung api pasti ada. Di sana (GAK) ada genangan air, terkontaminasi oleh belerang jadi seperti itu warnanya, dan juga bisa terkontaminasi dengan lapisan dinding kawah itu,” jelasnya.
Meski erupsi besar telah mereda, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau sendiri hingga saat ini masih terjadi. Di mana masih terjadi sejumlah gempa frekuensi rendah.
Gunung Anak Krakatau saat ini juga masih berstatus Level III atau Siaga. Sehingga masyarakat maupun wisatawan diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
