Mabur.co – Hanya berjarak 2 jam perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta, kawasan Sangiran hingga saat ini masih menjadi salah satu situs prasejarah terpenting di dunia.
Di kawasan perbukitan Karanganyar, Jawa Tengah, inilah jejak perjalanan panjang evolusi manusia, selama lebih dari dua juta tahun terekam jelas sehingga bisa dipelajari di seluruh dunia.
Sebagai salah satu pusat penelitian paleoantropologi terpenting di dunia, Sangiran menyimpan beragam fosil purba sejak zaman Pliosen Akhir hingga Pleistosen Tengah.
Berkat sumbangsih besarnya terhadap ilmu pengetahuan umat manusia, UNESCO bahkan menetapkan Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 1996.
Situs Sangiran
Dikutip Kompas, Kamis (11/6/2026), Situs Sangiran tercatat menyumbang lebih dari 50 persen temuan fosil Homo erectus di dunia.
Hingga saat ini sedikitnya 110 spesimen Homo erectus telah ditemukan di kawasan Sangiran, menjadikannya salah satu situs manusia purba terkaya yang pernah ada.
Sejarah penelitian Sangiran sendiri dimulai pada tahun 1934 ketika ahli paleontologi asal Jerman-Belanda, GHR von Koenigswald, menetapkan kawasan ini sebagai situs hominid.
Pada tahun yang sama ditemukan fosil Homo erectus berusia sekitar 1,5 juta tahun, yang saat itu langsung mengguncang dunia dan menjadi temuan manusia purba tertua di Indonesia.
Penelitian terus berlanjut hingga sekarang. Pada penggalian tahun 2019, para peneliti kembali menemukan fragmen tulang Homo erectus yang diperkirakan berusia sekitar 1,7 juta tahun.
Fragmen tulang itu ditemukan beberapa meter di bawah permukaan tanah pada lapisan Formasi Pucangan Tengah, sehingga membantah sejumlah hipotesis para ahli sebelumnya tentang asal usul Homo Erectus.
Tak hanya fosil manusia, di Sangiran inilah peneliti juga menemukan fosil berbagai hewan purba seperti gajah, macan, buaya, ikan lele, hingga penyu yang hidup pada periode yang sama. Temuan-temuan ini memperkuat posisi Sangiran sebagai rekaman lengkap kehidupan purba di Asia.
Menariknya, para ahli memperkirakan penelitian di Sangiran masih jauh dari kata selesai. Hingga kini, kawasan yang telah dieksplorasi baru sekitar 40 persen dari total potensi situs yang ada.
60 Persen di Dalam Tanah
Sementara sekitar 60 persen lainnya masih tersimpan di dalam tanah dan berpotensi menyimpan banyak data penting mengenai kehidupan purba di Nusantara.
Melihat fakta tersebut Sangiran diyakini masih menyimpan banyak misteri yang suatu saat dapat mengubah pemahaman tentang sejarah evolusi dan peradaban manusia. Sehingga membuatnya menjadi salah satu situs prasejarah paling berharga yang dimiliki Indonesia dan dunia.

