TIM Kini Beraroma Borjuis, Gubernur DKI Jakarta Diminta Kembalikan TIM untuk Seniman

1 Min Read
Smiling woman in a red outfit posing beside a large red banner with white text and dates.
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri membuka pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ dalam memperingati 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau yang kerap dikenal Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) di Ruang Museum Koleksi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. (Foto: Dok PDI Perjuangan)

Mabur.co– Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyayangkan perubahan yang terjadi di Taman Ismail Marzuki (TIM). Ia menilai pusat kesenian di Cikini, Jakarta Pusat, itu kini tidak lagi seperti dulu.

Megawati berharap, TIM bisa dikembalikan seperti apa adanya, seperti dulu. Kini banyak pelaku seni mengeluhkan sulitnya mendapatkan ruang pertunjukan.

“Saya berharap gubernur bisa mendengar ini. TIM harus kembali menjadi tempat yang terbuka untuk menampilkan karya-karya seni,” ujarnya, dilansir Kompas.com, Minggu (26/7/2026).

Dulu Suka Pertunjukan Teater

Megawati pun mengenang suasana TIM pada masa lalu. Betapa ia kerap menyaksikan pertunjukan teater terbuka yang selalu dipenuhi penonton karena harga tiketnya terjangkau.

“Dulu di sini dibuat planetarium. Saya suka nonton teater terbuka. Saya sampai mendapatkan tiket untuk masuk karena harganya murah meriah,” katanya.

Suasana Borjuis

Megawati kecewa, suasana tersebut kini telah berubah. Bahkan, ia mengaku enggan lagi datang ke TIM karena merasa tempat itu tidak lagi ramah bagi masyarakat luas. Suasananya sudah berubah borjuis.

“Nah, ini membangkitkan keinginan saya untuk mengenang TIM. Sayangnya kini sudah menjadi berbeda. Kalau boleh saya bilang, kini suasananya sungguh borjuis,” jelasnya.


Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar